Pramono Anung Ungkap Capaian Sektor Transportasi Jakarta Peringkat Ke-17 Dunia
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membanggakan capaian sektor transportasi Ibu Kota yang disebutnya berhasil menduduki peringkat ke-17 dunia. Seperti dilansir dari Detikcom, Pramono mengajak sejumlah menteri Kabinet Merah Putih beserta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mencoba langsung layanan transportasi umum tersebut.
Ajakan tersebut disampaikan saat dirinya memberikan sambutan dalam acara penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) Program Percontohan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu bagi Perempuan dan Anak. Agenda ini berlangsung di Grha Ali Sadikin, Balai Kota Jakarta, pada Kamis (4/6/2026).
"Bapak-Ibu Menteri, Pak Kapolri, Kepala LPSK, Jakarta sekarang ini menjadi kota dengan nomor 71 dari 156 kota dunia. Dan Jakarta menjadi kota teraman nomor dua di ASEAN setelah Singapura. Jakarta sekarang ini transportasinya sudah menjadi nomor 17 di dunia," kata Pramono.
Menurut Pramono, prestasi ini menjadi salah satu landasan kuat bagi Jakarta untuk terus bertransformasi menuju kota global. Mantan Seskab tersebut kemudian melayangkan undangan terbuka kepada para pejabat negara yang belum pernah merasakan fasilitas angkutan umum di Jakarta.
"Jadi saya dalam kesempatan ini, Pak Kapolri dan jajaran Bapak-Ibu menteri, kami ingin mengundang Bapak-Ibu sekalian yang belum pernah naik Transjakarta, Transjabodetabek, harus dicoba dan tidak kalah dengan negara-negara besar di mana pun," ujarnya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah fokus mengoptimalkan integrasi seluruh lini transportasi publik. Upaya perluasan jaringan ini diklaim telah mencakup hampir seluruh wilayah secara terintegrasi.
"Karena itulah menjadi tekad kami termasuk di dalamnya adalah memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak. Dan sekarang ini kami sedang mengembangkan semua transportasi di Jakarta yang konektivitasnya sudah 93%, tetapi baru termanfaatkan secara terus-menerus hampir 28 persen. Maka kami ingin tingkatkan di atas 30 persen," ucapnya.
Ekspansi angkutan umum juga menyasar wilayah-wilayah penyangga di sekitar Jakarta melalui operasional Transjabodetabek. Pramono menilai aspek keterjangkauan tarif menjadi magnet utama yang menarik minat masyarakat urban.
"Bahkan sekarang ini sudah ada 14 Transjabodetabek, dari Bogor ke Blok M itu hanya Rp 3.500. Dari Blok M ke Soekarno-Hatta juga hanya Rp 3.500, sampai dengan Blok M-PIK 2 juga Rp 3.500 dan seterusnya," katanya.
Politikus senior PDIP itu menambahkan bahwa perluasan rute berkorelasi langsung pada lonjakan kuantitas penumpang harian. Kendati demikian, otoritas daerah berkomitmen agar pertumbuhan ini sejalan dengan aspek keamanan dan kenyamanan kelompok rentan.
"Tetapi kami menggarisbawahi bahwa semua fasilitas itu harus ramah anak, ramah perempuan, dan ramah disabilitas," imbuhnya.
Langkah taktis lain yang diambil Pemprov DKI adalah membebaskan biaya tarif perjalanan bagi belasan kategori warga. Kebijakan insentif ini menyasar kelompok masyarakat tertentu guna menstimulus penggunaan angkutan massal.
"Bapak-Ibu sekalian yang belum pernah naik Transjakarta, Transjabodetabek, harus dicoba dan tidak kalah dengan negara-negara besar di mana pun," ujarnya.
Acara penandatanganan SKB ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi negara. Selain Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, hadir pula Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri PPPA Arifah Fauzi, Wakil Menteri PPPA Veronika Tan, serta Ketua LPSK Achmadi.