Prabowo Tegaskan Komitmen Hapus Kemiskinan Lewat Program MBG
Pendekatan pengentasan kemiskinan struktural melalui intervensi langsung negara menjadi fokus utama Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan MPR, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Strategi ini dihadirkan lewat pemenuhan gizi dan pendidikan bagi masyarakat kelas bawah.
Langkah nyata tersebut ditunjukkan dengan menghadirkan langsung para penerima manfaat program pemerintah di ruang sidang. Di antaranya Joko Puro, petani Ngawi yang mencapai panen 9 ton per hektare, serta Kristina Beno dari Merauke yang menerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG).
Prabowo menekankan bahwa program pemenuhan gizi bukan sekadar bantuan teknis biasa, melainkan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Kebijakan ini dirancang untuk menyasar langsung kebutuhan fisik masyarakat miskin secara konkrit.
"Bagi sebagian orang, satu piring makanan terlihat sederhana. Bagi Kristina dan sekarang sudah puluhan juta penerima MBG setiap hari, satu piring makanan adalah tenaga untuk belajar, protein untuk tumbuhkan badan yang sehat, sel otak yang sehat, sel tulang yang sehat, sel otot yang sehat," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Selain intervensi gizi, sektor pangan mencatatkan pencapaian efisiensi melalui penghapusan 145 aturan distribusi pupuk. Penurunan harga pupuk sebesar 20 persen justru berbanding lurus dengan peningkatkan laba PT Pupuk Indonesia yang melonjak hingga 252,8 persen.
Prabowo menyampaikan bahwa keberhasilan di sektor pangan dan reformasi regulasi tersebut membutuhkan komitmen tinggi dari seluruh jajaran kabinetnya.
"Demikian kerasnya Menteri-Menteri saya dan pembantu-pembantu saya telah bekerja, beberapa di antara mereka terpaksa masuk rumah sakit, ada yang operasi, ada yang pingsan, ada yang kecapekan," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Sektor tata kelola BUMN juga mendapatkan pembenahan masif untuk mencegah praktik perburuan keuntungan ilegal. Langkah tegas diambil melalui pembubaran 750 BUMN dari total 1.074 perusahaan, penutupan seribu tambang timah ilegal, serta pembentukan Danantara Sumberdaya Indonesia yang menghimpun devisa 14 miliar dolar AS.
Prabowo memberikan penegasan keras mengenai fungsi utama BUMN agar tidak disalahgunakan oleh pihak internal maupun kelompok tertentu.
"BUMN adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Bukan milik direksi. Bukan milik komisaris. Bukan pula sumber dana bagi penguasa," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Presiden menegaskan perlunya pelindungan kekayaan negara agar tidak dialirkan ke luar negeri tanpa memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat lokal.
"Kita tidak ingin lagi bangsa Indonesia dicurangi. Kekayaan Indonesia tidak boleh memperkaya segelintir orang apalagi di luar negeri, dan meninggalkan rakyatnya sendiri hidup susah," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Pemerintah menargetkan pemutusan mata rantai kemiskinan antar-generasi melalui program MBG dan Sekolah Rakyat yang dijamin oleh aturan konstitusi negara.
"Kalau orang tua mengalami kondisi kemiskinan, anak-anak mereka tidak boleh. Sesuai Pasal 34 Undang Undang Dasar Negara kita, negara harus intervensi," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Pidato tersebut ditutup dengan penegasan komitmen personal Kepala Negara kepada para siswa Sekolah Rakyat seperti Risky dan Citra untuk memastikan akses kesempatan yang setara.
"Risky, Citra, dan seluruh siswa siswi Sekolah Rakyat di manapun kalian berada. Saya di sini untuk kamu, untuk kalian. Untuk pastikan kalian punya kesempatan hidup layak.
Ketidakmampuan tidak boleh menjadi warisan. Kesempatanlah yang harus kita wariskan," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.