Prabowo Targetkan Mandiri Energi Lewat Optimalisasi Sawit dan PLTS

Share

Pemerintah Indonesia berkomitmen menghentikan ketergantungan impor bahan bakar minyak melalui optimalisasi kelapa sawit hingga target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya sebesar 100 Gigawatt. Langkah strategis ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat paripurna DPR RI di Jakarta pada Rabu (20/5), seperti dilansir dari Detik Oto.

Akselerasi produksi bahan bakar nabati kini tengah dipacu oleh pemerintah demi menggantikan posisi bahan bakar fosil. Kebijakan mandatori biodiesel 50 sendiri dijadwalkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk diterapkan serentak di semua sektor mulai 1 Juli 2026.

"Untuk mengatasi krisis energi kita sedang mempercepat produksi solar dari minyak kelapa sawit, kita juga sedang mengkaji produksi bensin dari minyak kelapa sawit," ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia saat pidato Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027.

Hilirisasi di sektor pertambangan juga menjadi fokus pemerintah untuk menciptakan energi alternatif selain memanfaatkan sektor perkebunan.

"Kita juga akan produksi solar dan gas dari batu bara," tambah Prabowo Subianto.

Pemanfaatan limbah pertanian turut dioptimalkan untuk memproduksi energi memasak rumah tangga yang lebih murah.

"Kita juga bisa produksi energi untuk masak dengan sangat murah, dengan limbah-limbah dan batang-batang jagung," tutur Prabowo Subianto.

Pengembangan Energi Baru Terbarukan di sektor ketenagalistrikan diproyeksikan mengalami lonjakan besar melalui pemanfaatan energi surya.

"Produksi listrik dari tenaga surya akan kita percepat, kita canangkan. Kita sudah cadangkan akan membangun 100 gigawatt dari tenaga surya dalam 3 tahun ini," tegas Prabowo Subianto.

Sektor hulu produksi energi bersih tersebut nantinya diintegrasikan dengan program konversi kendaraan berbasis bahan bakar minyak ke listrik secara massal.

"Kita padukan ini dengan konversi motor dan mobil, dari motor dan mobil BBM ke motor listrik," jelas Prabowo Subianto.

Target swasembada ini diharapkan mampu memperkuat fundamental ekonomi nasional dari bayang-bayang krisis energi global.

"Insyaallah kita akan hilangkan ketergantungan kita kepada impor BBM dan kita akan menghemat devisa kita yang sangat berharga," pungkas Prabowo Subianto.

Rencana konversi massal tersebut mencakup target pengalihan 120 juta unit sepeda motor BBM ke listrik. Namun, Institute for Essential Services Reform menilai target konversi tersebut tidak realistis secara teknis karena keterbatasan ekosistem bengkel tersertifikasi yang baru tersedia 39 unit hingga akhir 2025 dari kebutuhan minimal 16.000 bengkel.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author