Presiden Prabowo Subianto Soroti Kebocoran Kekayaan Negara
Kebocoran kekayaan negara yang masif menjadi perhatian serius bagi Presiden Prabowo Subianto setelah dirinya menjabat selama 18 bulan terakhir. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa (23/6/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
"Bahwa setelah sekian puluh tahun kita merdeka, apalagi sesudah saya menjadi Presiden, saya melihat data-data, fakta-fakta, saya merasa bahwa sesungguhnya banyak sekali penyimpangan-penyimpangan yang kita, yang kita membiarkan," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Prabowo Subianto menggarisbawahi bahwa penyimpangan dalam pengelolaan anggaran dan aset tersebut berimbas langsung pada hilangnya hak-hak masyarakat. Ia melihat hilangnya aset negara ini sebagai bentuk kelalaian bersama dari berbagai pihak yang telah berlangsung lama.
"Penyimpangan-penyimpangan ini menurut keyakinan saya, inilah yang membuat bangsa kita dalam keadaan sekarang di mana kita harus mengakui terlalu banyak kekayaan negara yang hilang, yang diambil dari hak rakyat, hak bangsa," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Rasa terkejut dan sedih diungkapkan oleh kepala negara karena mendapati kenyataan bahwa kekayaan domestik tidak sepenuhnya dialokasikan untuk pemakmuran rakyat. Kendati demikian, dirinya menegaskan tidak ingin fokus pada mencari kesalahan pihak lain terkait kelalaian masa lalu tersebut.
"Saudara-saudara sekalian, saya baru kurang lebih 18 bulan memimpin pemerintahan, saya sendiri shock, terkejut, sedih melihat berapa besar kekayaan kita yang hilang selama ini. Ini bukan kita cari kesalahan, kita anggaplah ini suatu kelalaian kita bersama," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Melalui kepemimpinannya saat ini, komitmen penuh dinyatakan untuk memperketat pengawasan serta menjaga kekayaan nasional demi kemaslahatan masyarakat luas.
"Tapi saya disumpah untuk menjaga kepentingan bangsa dan rakyat. Karena itu saya harus melaksanakan yang terbaik yang bisa saya laksanakan supaya saya tidak ingkar sumpah saya kepada bangsa dan rakyat," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.