Prabowo Subianto Sebut Sistem Perlindungan Sosial Indonesia Terkuat
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia saat ini telah memiliki sistem perlindungan sosial serta konsep negara kesejahteraan yang menjadi salah satu paling kuat di tingkat dunia. Pernyataan tersebut disampaikan dalam arahan Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Prabowo menerangkan bahwa deretan program bantuan yang berjalan merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah dalam melindungi masyarakat secara berkesinambungan. Sebagian dari program sosial yang ada saat ini merupakan kelanjutan dari kebijakan pemerintahan periode sebelumnya.
"Jadi ini saya tegaskan, ternyata kita punya sistem perlindungan sosial, negara kesejahteraan, welfare state, salah satu terkuat di dunia. Kalau kita lihat programnya satu-satu, dan sebagian program-program ini dilaksanakan oleh presiden-presiden sebelum kita, pemerintah sebelum kita," kata Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah mencatat intervensi perlindungan sosial disalurkan melalui beragam skema, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Sekolah Rakyat, Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah), Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Sembako, hingga bantuan stimulan perumahan swadaya senilai Rp20 juta per rumah untuk 400.000 penerima manfaat. Selain itu, terdapat program dukungan kesejahteraan seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), subsidi energi, diskon tarif transportasi, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
"Bantuan pemberdayaan sosial ekonomi, bantuan stimulan perumahan swadaya, 20 juta per rumah, 400.000 penerima manfaat. Nanti saya minta Menteri Perumahan dan Menteri Sosial dikaji kembali apakah ditambah penerima manfaat sehingga indeksnya bisa dikurangi. Mungkin kita tidak kasih uang tapi kasih bahan," kata Presiden Prabowo Subianto.
Target jangkuan skema kesehatan dan nutrisi mencakup puluhan juta warga di berbagai daerah. Program Makan Bergizi Gratis menargetkan 74.560.000 peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta lansia, sedangkan Cek Kesehatan Gratis menyasar 130.800.000 orang.
"Makan Bergizi Gratis, MBG 74.560.000 siswa, ibu hamil, menyusui, balita, dan lanjut usia. Cek Kesehatan Gratis, 130.800.000 orang. Kalau ini baru pertama kali, cek kesehatan gratis. Kita cek, tahu kondisi, tahu masalah, tahu apa yang kita harus kerjakan sekarang," tutur Presiden Prabowo Subianto.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga diperkuat melalui program magang lulusan baru, Sekolah Unggul Garuda, dan skema beasiswa. Prabowo menyebut capaian ini merupakan buah kerja keras bersama sejak era awal kemerdekaan.
"Jangan anggap enteng kita terus. We are strong, we are rich, and we will be richer. Kita akan lebih kaya," pungkas Presiden Prabowo Subianto.