Prabowo Resmikan Pemugaran Cagar Budaya Stasiun Semarang Tawang
Presiden Prabowo Subianto meresmikan pemugaran bangunan cagar budaya di Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 11.11 WIB. Kedatangan Kepala Negara disambut langsung oleh Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Bobby memberikan pemaparan singkat mengenai sejarah dan nilai penting stasiun tersebut sebelum mengantar Prabowo menyapa warga serta penumpang yang berkumpul di lokasi. Sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih turut hadir mendampingi kunjungan kerja tersebut, di antaranya Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, Menhub Dudy Purwagandhi, Menbud Fadli Zon, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Seskab Teddy Indra Wijaya.
Komitmen pemerintah dalam melestarikan warisan sejarah sekaligus meningkatkan mutu layanan transportasi publik tercermin melalui peresmian pemugaran kawasan bersejarah ini.
"Pemerintah terus mendorong sinergi antara pelestarian warisan sejarah dan pengembangan infrastruktur modern, agar bangunan-bangunan bersejarah seperti Stasiun Semarang Tawang dapat terus dimanfaatkan secara produktif tanpa menghilangkan nilai budaya dan sejarahnya bagi generasi mendatang," kata Prasetyo.
Renovasi tahap pertama yang diresmikan ini dikerjakan oleh PT KAI Daop 4 Semarang selama 240 hari, terhitung sejak 5 Mei hingga 30 Desember 2025. Proyek ini menjadi langkah awal dari rencana besar PT KAI untuk mengembalikan fasad Stasiun Semarang Tawang ke bentuk aslinya saat pertama kali dirancang oleh arsitek Belanda Sloth-Blauwboer dan dibangun oleh Nederlandsch-Indische Maatschappij (NISM) pada kurun 1911 hingga 1914.
Sebagai bangunan berstatus cagar budaya berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.57/PW007/MKP/2010, seluruh proses pemugaran melibatkan ahli cagar budaya agar tetap sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.