Prabowo Libatkan TNI dan Polri dalam Program Swasembada Pangan
Presiden Prabowo Subianto memperkuat strategi ketahanan pangan nasional dengan melibatkan personel TNI dan Polri secara aktif dalam program swasembada pangan di tengah ketidakpastian global pada Rabu (24/06/2026).
Langkah keterlibatan aparat keamanan tersebut ditegaskan saat puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan ke-17 di Gorontalo, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz.
"Hanya di Indonesia Polisi ngurus pertanian. Hanya di mungkin di Indonesia tentaranya sering ada di sawah," kata Presiden Prabowo Subianto.
Kebijakan ini diambil sebagai respons atas situasi dinamika global guna memastikan kemandirian sektor pangan dalam negeri.
"Hanya di Indonesia Angkatan Laut tanam kedelai. Hanya di Indonesia Angkatan Udara tanam tebu." kata Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pelaksanaannya, Kepolisian Republik Indonesia telah mengoptimalkan lahan pertanian tidur dan produktif seluas 1,37 hektar di berbagai daerah untuk komoditas padi, jagung, hingga bawang.
Sementara itu, TNI Angkatan Laut berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian guna memperluas perkebunan kedelai hingga target 10.000 hektar di komando wilayah maritim dengan proyeksi produksi 2,5 sampai 3,5 ton per hektar.
Sektor perkebunan tebu dan pabrik gula seluas 85.244 hektar di Lampung yang sempat digunakan pihak swasta kini diambil alih oleh TNI Angkatan Udara, ditambah pengelolaan 2.490 hektar lahan tebu di pangkalan udara binaan.
"Ini adalah strategi. Ini adalah kenapa Indonesia akan bangkit dengan hebat. Kita akan bangkit menjadi negara yang hebat," kata Presiden Prabowo Subianto.