Presiden Prabowo Ungkap 121 Kebijakan Transformatif dalam 21 Bulan Pemerintahan

Share

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dalam 21 bulan pemerintahannya telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif untuk menyelesaikan permasalahan negara, dalam pidato sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPD-DPR.

Menurut Prabowo, kebijakan-kebijakan tersebut mencerminkan keberanian pengambilan keputusan dan kerja keras pemerintah untuk mengatasi masalah yang sudah lama terjadi.

Dia mengakui belum seluruh janji terpenuhi, tetapi kemajuan telah terlihat dalam waktu kurang dari dua tahun pemerintahan.

"Saya belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai, atau bahwa seluruh janji yang saya ucapkan telah tertunaikan. Belum. Tetapi dalam waktu kurang dari 2 tahun, kita telah buktikan bahwa dengan keberanian mengambil keputusan, dengan kerja keras didasari dengan hati yang tulus, kehendak yang jelas, orientasi kepada rakyat dan dengan gotong royong seluruh unsur bangsa," ujar Prabowo.

Prabowo menambahkan bahwa masalah yang dianggap sangat rumit puluhan tahun dapat mulai diselesaikan.

"Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara. Sebagian masalah-masalah itu telah berpuluh tahun tidak diselesaikan. Artinya, kita bisa mengatakan kita telah putuskan satu kebijakan transformatif setiap lima hari," kata Prabowo.

Anggota Komisi V DPR RI Musa Rajekshah (Ijeck) mengapresiasi pidato Presiden Prabowo dan menilai rencana kerja pembangunan pemerintah untuk 2027 sudah sangat baik, terutama karena fokusnya tidak hanya pada infrastruktur tapi juga pengembangan sumber daya manusia.

"Saya melihat sangat baik ya rencana kerja pembangunan. Tidak hanya bicara infrastruktur, tapi juga sumber daya manusia. Dari mulai generasi ke depan, tingkat sekolah yang sudah dipersiapkan-sekolah unggulan dan sekolah gratis bagi rakyat-rakyat kita yang tidak mampu tapi mempunyai keinginan bersekolah," ujar Ijeck.

Ijeck menyebut pemerintah telah membangun banyak jembatan yang mempermudah akses masyarakat, meskipun pembangunannya masih bertahap.

"Ini sudah mulai banyak pembangunan walaupun belum seluruhnya selesai, tapi ini akan bertahap terus untuk penyelesaian," kata Ijeck.

Selain itu, Ijeck menyatakan pemerintah memperbaiki puskesmas dan membangun laboratorium kesehatan di berbagai daerah serta mengontrol harga komoditas penting.

"Dalam pelayanan kesehatan, yang akan diperbaiki puskesmas-puskesmas di seluruh daerah, dan juga membuat laboratorium kesehatan di setiap kabupaten, kecamatan. Dan juga kontrol harga komoditi tadi yang sangat penting," jelasnya.

Ijeck menegaskan perlunya konsistensi dan kesinambungan dalam pembangunan jangka panjang yang tidak berhenti pada masa kepemimpinan Presiden saat ini.

Dia juga menyinggung komitmen pembangunan giant sea wall untuk mengatasi abrasi di pesisir utara Pulau Jawa yang penting bagi kehidupan masyarakat dan industri setempat.

"Seperti tadi juga ada Giant Sea Wall, nah ini juga sangat baik untuk terjadinya abrasi di pesisir pantai utara Pulau Jawa. Dan juga banyak di sana sumber kehidupan masyarakat, banyak juga sumber pabrik-pabrik industri. Ini juga harus direncanakan dari sekarang," tutur Ijeck.

Semua fakta tersebut dilansir dari Detikcom.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author