Prabowo Gandeng Imperial College London Guna Perkuat Pendidikan Medis
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan perwakilan Imperial College London pada Jumat, 26 Juni 2026, untuk membahas kemitraan strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi nasional di bidang kedokteran dan sains.
Langkah penjajakan ini diarahkan untuk mendukung rencana pemerintah membangun universitas-universitas baru berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) di tanah air, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz.
Imperial College London sendiri merupakan institusi bentukan tahun 1907 hasil penggabungan Royal College of Science, Royal School of Mines, dan City and Guilds College. Kampus asal Inggris ini menduduki peringkat kedua dunia dalam QS World University Rankings 2027 dan posisi kedelapan dalam Times Higher Education World University Rankings 2026.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menjelaskan bahwa kerja sama strategis ini difokuskan pada peningkatan mutu pengajaran medis.
"Jadi Imperial College sedang membicarakan banyak hal terkait dengan rencana kita untuk membangun kemitraan strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya pendidikan kedokterannya," ujar Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Pemerintah juga berencana melibatkan universitas asal London tersebut dalam program pendirian 10 kampus kedokteran dan sains baru di Indonesia melalui kolaborasi kurikulum hingga pertukaran tenaga pengajar.
"Tadi juga dibicarakan terkait dengan rencana Bapak Presiden mendirikan 10 universitas kedokteran dan sains. Nantinya akan banyak dibantu oleh Imperial College. Jadi nanti kurikulumnya, penyiapan standar pengajarannya, kemudian joint research-nya, kemudian juga visiting professor akan banyak dilakukan bersama dengan Imperial College dan juga kampus-campus lainnya," kata Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Pihak kementerian menilai reputasi tinggi yang dimiliki institusi global tersebut akan memberikan dampak positif yang masif bagi daya saing perguruan tinggi Indonesia di skala internasional.
"Kita juga tahu untuk pendidikan medis, Imperial College ini peringkatnya sangat tinggi di dunia. Sehingga kalau kerja sama ini bisa direalisasikan, tentu ini adalah sebuah peluang besar bagi Indonesia untuk bersama-sama langsung dengan kampus yang sangat top di dunia, untuk bisa menaikkan juga kualitas pengajaran dan penelitian di Indonesia yang tentunya diharapkan juga meningkatkan peringkat kampus-campus kita di dunia," ujarnya Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.