Prabowo Tetapkan Ekspor Sumber Daya Alam Melalui Satu Pintu BUMN
Presiden Prabowo Subianto menetapkan kebijakan ekspor sumber daya alam satu pintu melalui BUMN PT Danantara Sumberdaya Indonesia pada Senin (1/6/2026) demi meningkatkan keuntungan ekonomi di dalam negeri. Langkah strategis ini diambil pemerintah untuk mengatasi penentuan harga komoditas oleh pihak asing dan menghentikan aliran keuntungan kekayaan alam ke luar negeri.
Kebijakan penataan ulang ekspor komoditas ini dilansir dari Detik Finance bertujuan untuk menutup kebocoran penerimaan negara yang bernilai besar. Tata kelola ekspor komoditas strategis seperti minyak kelapa sawit, batu bara, hingga fero alloy kini diwajibkan melalui entitas usaha baru tersebut.
Penerapan regulasi ini menyusul penerbitan Peraturan Pemerintah mengenai Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam melalui Badan Usaha Milik Negara. Regulasi tersebut dirancang guna memperketat pengawasan ekspor, mencegah praktik manipulasi seperti under invoicing dan transfer pricing, serta menekan pelarian devisa hasil ekspor.
"Sudah terlalu lama harga berbagai kekayaan alam kita ditentukan oleh pihak lain, ditentukan di negara lain. Sudah terlalu lama sebagian keuntungan dari sumber daya alam mengalir ke luar negeri dan tidak tinggal di Ibu Pertiwi. Karena itu, pemerintah menentukan ekspor sumber daya alam satu pintu," ujar Prabowo, Presiden Republik Indonesia.
Pemerintah juga berfokus memperkuat hilirisasi industri serta pengelolaan devisa hasil ekspor agar pemanfaatan kekayaan alam berdampak lebih besar bagi masyarakat. Pengelolaan kekayaan alam dipandang sebagai amanah negara yang harus diarahkan sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat.
Kepala Negara menekankan bahwa indikator keberhasilan pembangunan ekonomi tidak boleh terbatas pada pencapaian angka statistik semata. Program ekonomi harus menyentuh kesejahteraan langsung masyarakat, seperti pemenuhan gizi anak, ketersediaan pupuk petani, hingga penciptaan lapangan kerja dan upah layak.
"Pembangunan ekonomi tidak boleh hanya menghasilkan angka-angka statistik. Pembangunan ekonomi harus menghasilkan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia," tegas Prabowo, Presiden Republik Indonesia.