Presiden Prabowo Subianto Dorong Penerapan Teknologi Padi Modern
Penerapan teknologi budi daya padi modern yang mampu melipatgandakan hasil produksi gabah didorong untuk diterapkan di seluruh wilayah Indonesia demi mewujudkan target swasembada pangan. Target strategi masa depan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat meninjau teknologi pertanian di Kabupaten Gorontalo pada Rabu (24/6/2026).
Dilansir dari detikcom, peninjauan inovasi tersebut dilakukan usai Kepala Negara menghadiri acara Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di GOR David-Tony, Limboto. Dalam agenda tersebut, Presiden didampingi oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melihat langsung sistem pengelolaan pertanian yang berhasil meningkatkan produktivitas gabah hingga 100 persen.
Inovasi teknik baru yang berhasil mendongkrak hasil panen dari 5 ton menjadi lebih dari 10 ton per hektare tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Negara. Presiden meyakini lompatan produktivitas ini akan membawa Indonesia menjadi pemasok pangan global dalam waktu dekat.
"Terima kasih saya kira banyak sekali inovasi teknologi baru teknik-teknik baru yang dikembangkan oleh masyarakat pertanian, Menteri Pertanian hasilnya sangat menurut saya cukup revolusioner yang tadinya menghasilkan 5 ton gabah sekarang bisa 10 ton lebih 12 ton kalau begitu kan naik 100% produktivitas kita. Saya kira tidak lama lagi kita bisa jadi lumbung padi dunia, kita bisa bantu banyak negara tapi intinya sekarang bersyukur," kata Prabowo, Presiden Republik Indonesia.
Peningkatan sektor pangan nasional tersebut dinilai tidak boleh hanya menjadi program temporer, melainkan harus dibangun menjadi sebuah sistem yang terintegrasi secara konsisten. Presiden menekankan pentingnya menjamin kesejahteraan para petani serta penguasaan teknologi secara cepat demi menjaga stabilitas produksi melalui metode intensifikasi, ekstensifikasi, dan hilirisasi.
"Kita jaga ini, tidak boleh fenomena satu tahun dua tahun harus sistem berkelanjutan jadi petani kita harus hidup baik, teknologi kita harus belajar secepat mungkin, seluruh seluruh produksi pangan kita harus kita amankan kita intensifikasi, ekstensifikasi, dan kita hilirisasi," ujar Prabowo, Presiden Republik Indonesia.
Indonesia sendiri dinilai memiliki modal yang sangat kuat di sektor agraris berkat kelimpahan sumber daya alam yang ada. Menurut Kepala Negara, pengelolaan alam yang tepat dan terukur akan menjadi fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan global ke depan.
"Saya kira saya sangat bahagia kita optimis ini semua negara besar negara kuat itu backup-nya landasannya adalah pertanian yang kuat produksi pangan aman kita menghadapi banyak tantangan kita aman," ucap Prabowo, Presiden Republik Indonesia.
Untuk mencapai ketahanan yang merata, sosialisasi edukasi teknologi pertanian modern ini diharapkan dapat segera menjangkau seluruh tingkatan daerah dari tingkat desa hingga provinsi. Target jangka panjang dari kebijakan penguatan pangan ini diproyeksikan agar setiap wilayah mampu memenuhi kebutuhan mandiri bahkan menyuplai komoditas ekspor.
"Saya kira demikian ini kita ingin supaya disosialisasikan diajarkan ke semua daerah kita mau tiap desa bisa swasembada, tiap kecamatan swasembada, tiap kabupaten swasembada, tiap provinsi swasembada, minimal kalau bisa provinsi produksi untuk ekspor untuk ke tempat lain, ini ini kita punya strategi ke depan," ujar Prabowo, Presiden Republik Indonesia.