Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Media Asing Beri Sorotan

Share

Media-media internasional menyoroti langkah Presiden Indonesia Prabowo Subianto yang memberhentikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, seperti dikutip dari Detikcom.

Kantor berita asing asal Paris, Prancis, AFP, memublikasikan kabar pemberhentian tersebut melalui tulisan yang diberi judul "Indonesian president sacks head of free meal scheme".

"Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada hari Selasa mencopot kepala badan yang bertanggung jawab atas program makan gratis sekolah andalannya, yang telah tercoreng oleh kasus keracunan makanan massal dan tuduhan korupsi," demikian AFP mengawali laporannya.

Kebijakan penyediaan pangan bernilai miliaran dolar ini menjadi program unggulan saat kampanye pemilihan Prabowo pada tahun 2024 lalu.

"Program bernilai miliaran dolar yang sangat digembar-gemborkan ini merupakan kebijakan unggulan kampanye pemilihan Prabowo tahun 2024. Pemerintah mengatakan telah menyediakan makanan kepada lebih dari 61 miijun orang hingga Maret, tetapi puluhan ribu orang jatuh sakit sejak program tersebut diluncurkan pada Januari tahun lalu," tulis AFP dalam laporannya, Rabu (3/6/2026).

Selain isu pencopotan Kepala BGN, laporan dari Detikcom juga merangkum beberapa kejadian internasional penting yang terjadi pada Rabu (3/6/2026).

Otoritas Amerika Serikat (AS) mendeteksi keberadaan jalur bawah tanah canggih di wilayah perbatasan AS dan Meksiko yang terhubung dengan toko ritel di California.

Berdasarkan informasi pejabat AS yang disiarkan AFP, lorong sepanjang 590 meter dengan tinggi 1,4 meter dari Tijuana ini dipakai untuk menyelundupkan kokain senilai 45 juta dolar AS atau Rp807,1 miliar.

Sementara itu, Donald Trump kembali memicu perbincangan setelah menyebut Kanada sebagai "negara bagian ke-51" bagi AS lewat unggahan artikel Bloomberg mengenai resesi teknis Kanada.

Pernyataan yang dikutip TIME dan CTV News tersebut mengulang gagasan yang sering diutarakan Trump sejak memimpin kembali di Gedung Putih pada awal Januari 2025.

Situasi Memanas di Timur Tengah dan Rencana Pemakaman Ayatollah Khamenei

Beralih ke Timur Tengah, Pemerintah Iran merencanakan penghormatan terakhir kenegaraan selama tiga hari bagi mendiang Ayatollah Ali Khamenei.

Pemimpin tertinggi yang wafat di Teheran pada 28 Februari akibat serangan AS-Israel tersebut sedianya dimakamkan pada 4 Maret, namun tertunda akibat perang yang pecah.

Konflik kian meruncing setelah militer Iran melancarkan serangan rudal serta drone ke pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait.

Komando Pusat AS (CENTCOM) melalui laporan TRT World menyatakan telah menembak jatuh serangan tersebut dan melakukan aksi balasan ke Pulau Qeshm di Selat Hormuz.

"Pasukan AS berhasil menaklukkan beberapa rudal balistik dan drone Iran, dan melancarkan serangan pertahanan diri terhadap Pulau Qeshm sebagai tanggapan atas upaya serangan Iran di seluruh kawasan Timur Tengah," kata CENTCOM dalam pernyataannya pada Rabu (3/6) waktu setempat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author