Polri Tukar Tiga Buronan China dengan Satu Buron WNI
Sekretariat National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia melakukan pertukaran buronan dengan Kepolisian Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pada pertengahan Juli 2026, seperti dilansir dari Detikcom. Dalam kerja sama penegakan hukum lintas negara tersebut, sebanyak tiga buron warga negara China dipulangkan ke negaranya, sementara satu buron warga negara Indonesia (WNI) berinisial KT berhasil dibawa kembali ke Indonesia. Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, Brigjen Untung Widyatmoko menyatakan bahwa pertukaran ini merupakan hasil koordinasi antara Polri dengan otoritas penegak hukum RRT dalam memburu pelaku kejahatan lintas negara.
"Keberhasilan ini menunjukkan komitmen Polri melalui NCB Interpol Indonesia dalam memperkuat kerja sama internasional untuk memastikan para pelaku tindak pidana tidak memiliki ruang aman untuk menghindari proses hukum," kata Untung melalui keterangannya, Selasa (14/7/2026).
Ia menambahkan bahwa kolaborasi yang solid dengan kepolisian luar negeri menjadi faktor utama kelancaran pemulangan para tersangka ini. "Sinergi yang baik dengan Kepolisian Republik Rakyat Tiongkok menjadi kunci terlaksananya proses pertukaran buronan ini secara lancar, aman, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," lanjut Untung.
Tiga buron warga negara China yang dipulangkan adalah Zheng Rongjing (ZR), LZ, dan HZ. Proses pemulangan tersebut dilakukan dalam dua gelombang terpisah. Gelombang pertama memberangkatkan Zheng Rongjing dan LZ ke Bandara Internasional Baiyun, Guangzhou, pada Jumat (10/7) pagi, yang kemudian disusul oleh HZ pada Sabtu (11/7).
Polri menyerahkan ketiga buron tersebut kepada pihak kepolisian setempat beserta sejumlah barang bukti yang didapatkan selama masa pelarian mereka di wilayah Indonesia. "Ketiga buron warga negara RRT diserahterimakan kepada Kepolisian RRT beserta barang bukti yang ditemukan," ucap Untung. Sebagai timbal balik dari pemulangan tersebut, pihak Kepolisian RRT menyerahkan buron WNI berinisial KT yang terjerat kasus dugaan tindak pidana penipuan atau penggelapan.
KT mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin (13/7) malam dan segera diserahkan kepada penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.
Tindakan tegas ini menunjukkan keseriusan kepolisian dalam memanfaatkan jaringan global untuk memberantas kejahatan lintas batas. "Polri akan terus mengoptimalkan kerja sama dengan negara-negara anggota Interpol dalam pelacakan, penangkapan, dan pemulangan buronan," tegas Untung. Ia juga menegaskan bahwa operasi ini memperkuat kepastian hukum bagi publik.
"Hal ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung penegakan hukum yang profesional, transparan, dan memberikan kepastian hukum, baik di tingkat nasional maupun internasional," pungkas Untung.
Sebelum dideportasi, salah satu buron asal China yaitu Zheng Rongjing ditangkap oleh Sekretariat NCB Interpol Indonesia karena masuk dalam daftar pencarian orang paling dicari oleh Interpol Beijing. Zheng diidentifikasi sebagai salah satu pelaku utama dalam sindikat penipuan daring berskala internasional.
"Kami dari Sekretariat NCB Interpol Indonesia menyampaikan tentang hasil penangkapan buronan yang merupakan subjek pencarian dari NCB Interpol Beijing atas nama Zheng Rongjing. Yang bersangkutan merupakan salah satu pemain yang cukup besar dari kegiatan scamming online," kata Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, Brigjen Untung Widyatmoko, dalam konferensi pers di gedung Bareskrim Polri, Jumat (26/6/2026). Berdasarkan catatan kepolisian internasional, Zheng diduga mengendalikan sindikat penipuan tersebut dari salah satu pusat penipuan atau compound terbesar di Kamboja.
"Subjek diketahui merupakan salah satu buronan yang masuk dalam daftar most wanted dari Interpol Beijing dengan aktivitas yang bersangkutan melakukan tindakan operasi scam di salah satu compound terbesar di Kamboja," ujar Untung. Pihak kepolisian kini masih melakukan penyelidikan lebih dalam mengenai motif kedatangan Zheng ke Indonesia. "Tentunya kalau seorang pemain besar dari online scam datang ke Indonesia, di sini tentunya sudah ada yang siap untuk menampung, di sini tentunya sudah siap infrastrukturnya," terang Untung.