Polri dan TNI Pastikan Situasi Aceh Kondusif Usai Pengibaran Bendera

Share

Kondisi keamanan di wilayah Aceh dipastikan berada dalam situasi terkendali usai munculnya insiden pengibaran bendera bulan bintang. Penegasan tersebut disampaikan oleh pimpinan Polri dan TNI AD di Istana Merdeka, Jakarta, pada peringatan HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026).

Langkah-langkah penanganan telah diterapkan oleh seluruh jajaran kepolisian untuk mengantisipasi dinamika yang terjadi di lapangan. Pengamanan ketat dilakukan agar stabilitas di Tanah Rencong tetap terjaga.

"Beberapa kegiatan yang tentunya muncul di beberapa waktu terakhir di beberapa wilayah, seluruh jajaran tentunya sudah melaksanakan langkah-langkah, dan saat ini situasinya seluruhnya sudah terkendali," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Jenderal Sigit menekankan pentingnya menjaga kemajemukan serta persatuan bangsa pada momen peringatan hari kemerdekaan Indonesia.

"Tentunya ini adalah hari kemerdekaan yang dirayakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, sebagaimana semangat kemerdekaan adalah bagaimana kita membangun bangsa, dan kita memahami bahwa bangsa kita adalah bangsa yang majemuk, bangsa yang beragam, bangsa yang terdiri dari kepulauan, suku, agama, dan etnis yang berbeda," ucap Sigit.

Menurutnya, keberagaman suku dan budaya merupakan modal utama untuk mencapai tujuan nasional.

"Namun itu semuanya menjadi satu kesatuan yang apabila ini betul-betul terus bisa kita jaga, akan menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia untuk terus tumbuh, untuk mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana dicantumkan di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945," ucap Sigit.

Ia juga menyampaikan harapan bagi kemajuan seluruh rakyat Indonesia di masa depan.

"Tentunya kita semua berdoa agar Indonesia, rakyat kita, akan terus maju untuk mewujudkan visi bersama menuju Indonesia Emas 2045," imbuhnya.

Dukungan penuh terhadap penegakan hukum di Aceh turut disampaikan oleh unsur TNI. Pihak tentara telah menyiapkan langkah antipasi hukum atas peristiwa tersebut.

"Kita sudah siapkan untuk mengatasi itu semua sudah berjalan. Semua bertanggung jawab secara hukum," kata KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak.

TNI AD memastikan tidak ada perlakuan khusus dalam penanganan situasi di Aceh dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada kepolisian.

"Ya kami mendukung kepolisian untuk bisa menegakkan hukum gitu," tegasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: aceh HUT RI Kapolri TNI AD
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author