Polri Sita Emas 74 Kilogram dari Rumah Mewah di Sentul
Tim penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri bersama Polda Metro Jaya menyita 74 kilogram emas batangan dan uang asing senilai total Rp 476 miliar dari sebuah brankas tersembunyi di dalam dinding rumah mewah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, dalam rangkaian penggeledahan pada Rabu (8/7/2026).
Penggeledahan di rumah tersebut berkaitan langsung dengan penyidikan tiga kasus dugaan korupsi besar yang melingkupi PT PLN (Persero), PT ASABRI (Persero), dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Pengusutan perkara ini juga dilaporkan menjadi atensi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Barang bukti emas batangan dan uang asing tersebut ditemukan oleh petugas kepolisian di dalam sebuah brankas berukuran besar yang dikamuflesekan di balik dinding bermotif kayu di lantai dua rumah.
"Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi tujuh koper. Yang pertama 74 kg emas batangan, kemudian USD 4.767.300. Kemudian SGD 14.083.800, kemudian Rp 100 juta. Estimasi total dalam rupiah senilai Rp 476 miliar," kata Totok di Perumahan Bogor Golf Hijau, Kamis (9/7) dini hari.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa identitas pemilik rumah mewah di Sentul tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh tim penyidik.
"Itu masih dalam proses pendalaman oleh penyidik," kata Totok menjawab pertanyaan terkait pemilik rumah yang digeledah.
Petugas kepolisian membawa seluruh barang bukti tersebut menggunakan kendaraan taktis (rantis) dengan pengawalan ketat dari anggota Brimob bersenjata lengkap menuju Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
"Tadi sudah dijelaskan, nanti secara detail akan kita sampaikan setelah seluruhnya proses penyidikan dilakukan," imbuh Totok yang didampingi Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dan Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto.
Dalam proses membongkar brankas canggih dua lapis baja tersebut, pihak kepolisian memanggil dan melibatkan seorang ahli kunci asal Ciawi, Bogor, bernama Roy.
"Tadi sama Polres Bogor dipanggil, ditelepon suruh datang ke sini, suruh bantu katanya ada kerjaan suruh bongkar brankas," kata Roy, ahli kunci asal Ciawi Bogor, saat ditemui di Sentul, Bogor, Kamis (9/7).
Roy menambahkan bahwa brankas yang ditemukan di dalam kamar lantai dua tersebut memiliki sistem keamanan yang sangat baik dengan kombinasi kunci putar dan manual.
"Istimewa itu brankasnya. Perkiraan harganya Rp 20 jutaan lebih. Sistem keamanannya bagus.
Kuncinya pakai kombinasi putar, sama kunci manual. Jadi dua kunci, brankas canggih itu, mahal. Bajanya ada dua lapis, jadi memang bukan brankas besi kotak gitu," kata Roy.
Pembongkaran dinding pembungkus dan pintu brankas tersebut dilakukan dengan menggunakan mesin pemotong besi atau gurinda dalam waktu sekitar 15 menit.
"(Di dalam) langsung aja, gerak cepat, langsung digurinda, langsung dibuka. Kurang lebih 15 menitan," imbuhnya.
Roy juga melihat keberadaan sejumlah koper di dalam ruangan tersembunyi berukuran 1,5 meter x 80 sentimeter di balik pintu brankas tersebut.
"Posisi brankas di lantai dua, di kamar. Jadi itu kayak ditutup lemari. Ukuran kurang lebih 1 meteran lebih, 1,5 meter x 80 cm.
Posisinya dalam tembok itu, Pak. Jadi itu pintu brankas, di dalamnya ruangan, bukan brankas umumnya yang kotak besi, tapi ruangan," kata Roy.
Pihak kepolisian kemudian memberikan penjelasan mengenai keterkaitan penggeledahan ini dengan kasus kelistrikan yang sempat terjadi di wilayah Sumatera beberapa waktu lalu.
"Di dalam (ruangan) lihat ada koper, tapi saya lihat dari luar, kan nggak masuk Bess," imbuhnya.
Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa rangkaian penggeledahan serentak ini menyasar 12 lokasi berbeda di wilayah Jabodetabek, termasuk kantor perusahaan, tempat usaha, dan rumah pribadi.
"Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan," kata Budi Hermanto seusai penggeledahan di Cafe de'Clan, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7).
Kasus korupsi yang tengah disidik oleh Kortas Tipikor Polri bersama Polda Metro Jaya ini meliputi dugaan tindak pidana suap, gratifikasi, serta pencucian uang.
"Dari Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang di Cafe de'Clan dan Coin Money Changer. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel," ujarnya.
Seluruh koper berisi emas batangan dan uang asing hasil sitaan tersebut telah tiba di Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada Kamis (9/7) pukul 10.20 WIB dengan pengawalan puluhan personel Brimob.