Polri Gelar Pemeriksaan Penampilan Seleksi Akpol 2026
Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Kepolisian Republik Indonesia menggelar tahap akhir pemeriksaan penampilan dalam proses seleksi calon taruna Akademi Kepolisian tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (25/7/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Pengujian yang dilaksanakan khusus di tingkat pusat ini difungsikan sebagai mekanisme pengawasan pimpinan Polri untuk menjamin transparansi serta akuntabilitas rekrutmen. Sebanyak 404 peserta yang terdiri atas 365 calon taruna dan 35 calon taruni bertahan hingga fase penentuan tersebut.
Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia, Irjen Anwar, menjelaskan alasan di baliknya saat berada di Akpol Semarang.
"Ini untuk memastikan bahwa proses seleksi itu benar. Jadi sarana kontrol pimpinan-pimpinan Polri untuk memastikan seleksi betul-betul bersih, transparan dan akuntabel. Jangan sampai peserta di sana (tingkat daerah) tesnya nggak lulus, di sini (tingkat pusat) muncul pesertanya," jelas Irjen Anwar.
Ia menuturkan bahwa pemeriksaan penampilan ini dihadirkan demi melengkapi serangkaian pengujian lain yang sudah dilalui peserta.
"Rikpil ini adalah kegiatan untuk melengkapi rangkaian tes. Menggali kemampuan-kemampuan, prestasi calon taruna dan taruni yang belum tergali di tes-tes sebelumnya," sebut Irjen Anwar.
Tahapan ini juga menjadi wadah pembuktian bagi para peserta yang belum sempat memperlihatkan potensi diri mereka pada pengujian sebelumnya.
"Tes akademik sudah, tes psikologi sudah, penelusuran minat, bakat dan kemampuan sudah, kesamaptaan sudah. Tapi kan prestasi dan bakat mereka belum tergali," tambah Irjen Anwar.
Penilaian pada tahap akhir ini memegang peranan krusial yang bisa memengaruhi hasil kelulusan seluruh kandidat.
"Kalau ketika di sini, kita menemukan hal yang tidak sesuai dengan data hasil seleksi, bisa menjadi penghalang (catar untuk lulus). Kalau (kualitas peserta) bagus, dia memenuhi syarat untuk menjadi anggota Polri, ada potensi-potensi lain yang bisa kita gali," kata Irjen Anwar.
Dalam skema rekrutmen, terdapat tiga aspek utama penilaian yang meliputi tes akademik dan Bahasa Inggris dengan bobot tertinggi, tes kesamaptaan jasmani dengan bobot sedang, serta pemeriksaan penampilan.
"Di tes tingkat pusat ada tiga aspek yaitu akademik ada TPA dan Bahasa Inggris, kemudian adalah kesamaptaan jasmani, lalu rikpil ini," tutur Irjen Anwar.
Meskipun memiliki bobot penilaian paling kecil karena adanya unsur subjektivitas, tahapan pemeriksaan penampilan ini tetap memberikan nilai tambah bagi kelulusan.
"Idealnya bobot akademik tertinggi dari 100 persen, karena para peserta calon pimpinan Polri. Yang bobotnya sedang adalah samapta karena fisiknya harus kuat, jangan terus nanti letoi. Rikpil ini karena masih ada penilaian subjektivitas makanya kita kasih bobotnya yang di bawah, nilai tambahan," pungkas Irjen Anwar.
Pelaksanaan rikpil tahun ini melibatkan enam penilai, yakni Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Kalemdiklat Polri Komjen R.Z. Panca Putra, Asisten SDM Kapolri Irjen Anwar, Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim, Wairwasum Polri Irjen Tomex Korniawan, dan Gubernur Akpol Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga.