Polresta Tangerang BENTUK Sabuk Kamtibmas Libatkan Buruh Hingga Ojol
Pembentukan wadah 'Sabuk Kamtibmas' resmi dilakukan oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang guna menciptakan situasi wilayah Kabupaten Tangerang yang kondusif. Langkah ini diambil dengan merangkul berbagai lini elemen daerah.
Seperti dilansir dari Detikcom, wadah tersebut mengintegrasikan partisipasi masyarakat, elemen buruh, pengemudi ojek online (ojol), personel TNI, Polri, hingga jajaran pemerintah daerah setempat.
Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menjelaskan bahwa Kabupaten Tangerang memiliki tingkat dinamika wilayah yang sangat tinggi. Kondisi ini dipicu oleh pesatnya pertumbuhan kawasan permukiman, pusat perdagangan, sektor industri, serta tingginya mobilitas warga.
Laju pertumbuhan tersebut diakui memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah. Kendati demikian, perkembangan kawasan ini turut membawa risiko dan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Pihak kepolisian menekankan pentingnya langkah deteksi dini serta upaya pencegahan awal terhadap segala bentuk potensi gangguan. Seluruh elemen diminta untuk bergerak cepat tanpa menunggu suatu masalah berkembang menjadi lebih besar.
Penguatan jaringan informasi hingga ke tingkat lingkungan terkecil menjadi arahan utama kepada seluruh personel dan unsur kewilayahan. Kehadiran jaringan informasi yang solid dinilai efektif untuk memetakan berbagai ancaman keamanan secara memadai.
Langkah pencegahan ini ditujukan untuk mendeteksi potensi kriminalitas, penyalahgunaan narkoba, aksi tawuran, konflik sosial, paham radikalisme, hingga ancaman bencana alam. Seluruh peserta yang terlibat juga diimbau untuk menjadi pelopor persatuan di tengah masyarakat.
"Oleh karena itu, kita tidak boleh bekerja sendiri-sendiri. Sinergi dan kolaborasi merupakan kunci utama dalam menjaga wilayah tetap aman, nyaman, dan kondusif," ujarnya.
"Saya meminta seluruh personel serta seluruh unsur kewilayahan agar terus memperkuat jaringan informasi sampai ke tingkat lingkungan terkecil," ungkapnya.
"Saya juga mengajak seluruh peserta apel agar menjadi pelopor persatuan masyarakat, bukan justru menjadi bagian dari kelompok yang memperkeruh suasana," pungkasnya.