Polres Tabanan Bongkar Makam Korban Pengeroyokan Kasus Pencurian Ayam
Penyebab pasti kematian seorang terduga pencuri ayam berinisial KD mulai diselidiki secara mendalam melalui proses ekshumasi dan autopsi oleh Polres Tabanan bersama tim forensik RSUP Prof Ngoerah Denpasar di Setra Adat Sidatapa pada Senin (27/7/2026).
Langkah pembongkaran makam pria asal Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng tersebut dilakukan setelah ia tewas akibat dikeroyok massa karena tepergok mencuri ayam aduan di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Proses hukum pembuktian ini sempat tertunda dari jadwal awal akibat kendala perizinan.
Kasatreskrim Polres Tabanan AKP Made Tedy menjelaskan bahwa persiapan untuk melakukan autopsi sebenarnya sudah dirancang sejak satu hari sebelumnya.
"Kenapa ada penundaan karena awalnya dari pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi," kata Tedy.
Menyikapi penolakan tersebut, personel kepolisian segera mengambil langkah mediasi dengan mendekati otoritas desa setempat agar bersedia menjembatani komunikasi dengan pihak kerabat korban.
"Kita sampaikan secara persuasif juga melalui kepala desa. Akhirnya beliau berkenan membantu mengomunikasikan dengan pihak keluarga," ujarnya.
Setelah mendapat persetujuan, tindakan medis forensik langsung dieksekusi di lokasi pemakaman dengan durasi pengerjaan yang dibatasi waktu.
"Estimasi sekitar tiga jam," imbuhnya.
Tedy menegaskan bahwa pengambilan sampel dan pemeriksaan tubuh jenazah sepenuhnya diserahkan kepada tim ahli medis demi kepentingan berkas perkara penyidikan pidana.
"Untuk kita menemukan penyebab kematiannya," tegas Tedy.
Hingga saat ini, satuan reserse kriminal masih menahan dan memeriksa lima orang warga yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam insiden kekerasan massal tersebut.
"Masih di tahap sidik. Para tersangka masih pemeriksaan lebih intensif di Polres," katanya.
Polisi juga tidak menutup kemungkinan adanya pertambahan jumlah orang yang akan dimintai pertanggungjawaban hukum seiring berjalannya interogasi.
"Masih lima. Nanti tergantung dari hasil pengembangan pemeriksaan kami," ujar Tedy.
Jumlah saksi yang diperiksa dilaporkan terus bertambah dari data awal sebanyak 18 orang guna melengkapi seluruh alat bukti kasus ini.
"Teman-teman di kantor lagi lanjut pemeriksaan," pungkasnya.