Polres Boyolali Tahan Pria yang Racuni Ibu Mertua Lewat Sate Ojol
Polres Boyolali menahan seorang pria berinisial PW (40) akibat melakukan aksi pembunuhan terhadap ibu mertuanya, Aminah (57), menggunakan makanan sate yang telah dicampur racun tikus pada Senin (8/6/2026). Tersangka mengirimkan makanan tersebut ke rumah korban melalui jasa ojek online dengan memanfaatkan akun fiktif, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Penyidik kepolisian bergerak cepat dalam menangani kasus pidana ini demi mengungkap motif dan rincian perbuatan tersangka. Sejauh ini, pihak berwajib telah memanggil serta memeriksa 13 orang saksi untuk mengumpulkan keterangan yang akurat.
Aksi kriminal menantu terhadap mertua ini dikonfirmasi langsung oleh pihak kepolisian setempat dalam sebuah rilis resmi di markas komando mereka. Tersangka PW sendiri diketahui merupakan warga Kartasura, Sukoharjo, yang sengaja mengirimkan paket maut tersebut ke kediaman korban.
"Modus operandi pelaku ini menggunakan racun tikus yang dicampurkan ke dalam makanan sate, kemudian menggunakan akun fiktif untuk mengirimkan makanan sate tersebut ke kediaman almarhum," kata Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra dalam konferensi pers di Mapolres Boyolali, dilansir detikJateng, Senin (8/6/2026).
Aparat kepolisian saat ini tengah fokus melakukan pendalaman mengenai asal-usul zat beracun yang digunakan oleh pelaku. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, barang bukti berupa telepon genggam milik PW telah disita dan dikirimkan ke laboratorium forensik.
"Pengakuan dari tersangka dia beli melalui COD. Namun saat ini masih kami dalami terkait dengan perolehan racun tersebut. Oleh karenanya, kami sudah mengirimkan HP milik tersangka ke lab forensik untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Indrawan.
Pihak Satreskrim Polres Boyolali juga menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh PW bukan merupakan aksi spontan. Berdasarkan bukti awal dan pemeriksaan saksi, tindakan meracuni korban tersebut diyakini telah dipersiapkan sebelumnya oleh pelaku.
"Jadi tersangka PW ini memang sudah merencanakan ya. Dilihat dari keterangan saksi-saksi dan juga keterangan tersangka sendiri," imbuhnya.