Politisi Muslim Progresif Perkuat Dominasi Politik di Amerika Serikat
Dua politisi Muslim berhaluan progresif, Zohran Mamdani dan Abdul Rahman El-Sayed, semakin memperkuat pengaruh politik kelompok minoritas di tingkat eksekutif dan legislatif Amerika Serikat sepanjang tahun 2026. Zohran Mamdani mencetak sejarah sebagai Muslim pertama, orang kelahiran Afrika pertama, sekaligus wali kota termuda dalam kurun waktu satu abad yang memimpin Kota New York setelah resmi dilantik pada 1 Januari 2026. Survei Siena University pada 3 hingga 6 Agustus 2026 mencatat popularitas Mamdani melonjak hingga 69 persen di Kota New York, meskipun ia menghadapi penangguhan hukum atas kebijakan pajak rumah mewah dan kenaikan kasus kejahatan kebencian anti-Yahudi.
Di panggung legislatif federal, Abdul El-Sayed memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat di Michigan pada 4 Agustus 2026 setelah mengalahkan kandidat Haley Stevens dengan dukungan tokoh progresif seperti Bernie Sanders dan Alexandria Ocasio-Cortez.
Kemenangan El-Sayed membuka peluang baginya untuk mengamankan kursi di Senat Amerika Serikat pada pemilihan sela November 2026 mendatang sebagai senator Muslim pertama dalam sejarah negara tersebut. Meskipun demikian, El-Sayed menghadapi gelombang serangan politik berbasis Islamofobia dari akun-akun konservatif serta kritik keras dari Wakil Presiden JD Vance dan mantan Presiden Donald Trump terkait pandangan politiknya.
Sikap kritis El-Sayed terhadap bantuan militer Amerika Serikat kepada Israel juga memicu penolakan intensif dari kelompok lobi pro-Israel seperti AIPAC dalam persaingan menuju Senat di swing state Michigan. Eksistensi politik kedua figur tersebut membuktikan pergeseran strategi komunitas Muslim Amerika dari sekadar kelompok minoritas yang mencari perlindungan menjadi aktor utama yang memperjuangkan reformasi ekonomi, perumahan, dan layanan kesehatan nasional.