Polisi dan TNI Siaga di Kantor Debt Collector Surabaya Antisipasi Bentrok
Ratusan personel gabungan TNI dan Polri bersiaga di kantor debt collector di Jalan Teuku Umar, Tegalsari, Surabaya, Jumat (31/7/2026), untuk mengantisipasi bentrok susulan jelang aksi massa yang dijadwalkan mulai pukul 13.00 WIB.
Personel gabungan tiba mulai pukul 11.00 WIB dengan dukungan tiga bus, dua kendaraan taktis, satu mobil water cannon, satu kompi TNI, dan satu truk Brimob. Pengamanan juga dilakukan di beberapa titik rawan di sekitar Mapolrestabes Surabaya dan perbatasan kota.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, "Pengamanan dilakukan untuk mencegah bentrok susulan terkait insiden pembacokan yang diduga dilakukan debt collector terhadap petugas valet di Jalan Basuki Rahmat pada Sabtu (25/7)."
Luthfie menambahkan, "Meskipun aksi ini hanya untuk kelompok silat dari Surabaya, kami waspadai kemungkinan massa dari daerah lain yang mencoba masuk ke kota." Petugas dibagi untuk mengamankan titik strategis dan mengimbau anggota luar daerah agar tidak memasuki Surabaya.
Jalan Teuku Umar juga disterilkan dengan pemasangan barier di beberapa titik. Akses jalan menuju lokasi aksi, yang terhubung dengan Jalan Pandegiling dan Jalan Kartini, kemungkinan akan ditutup untuk membatasi pergerakan massa.
Salah satu warga, Satari, mengatakan, "Polisi sudah mulai berdatangan dan tampaknya jalan ke arah Teuku Umar akan ditutup." Penutupan tersebut diperkirakan menghambat massa aksi untuk langsung menuju lokasi utama.
Rencana aksi ini merupakan bentuk tuntutan atas insiden pembacokan yang menyebabkan anggota kelompok PSHT harus dirawat di rumah sakit. Polisi dan Brimob siaga untuk mengantisipasi potensi kericuhan di tengah massa yang sebagian besar berusia muda dan emosinya belum stabil.
Kapolrestabes juga mengingatkan agar seluruh petugas tetap sabar dan tidak mudah terpancing provokasi selama pengamanan berlangsung.