Polisi Tangkap Dua Remaja Bawa Senjata Tajam di Cilincing
Aparat Kepolisian Sektor Cilincing menangkap dua remaja di bawah umur yang diduga hendak melakukan aksi tawuran di kawasan Cilincing, Jakarta Utara. Penangkapan tersebut dilakukan pada Minggu (24/5/2026) dini hari saat petugas menggelar patroli malam Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Petugas menyita barang bukti berupa senjata tajam dan busur panah dari tangan kedua pelaku. Setelah ditangkap, para remaja tersebut langsung digelandang ke Mapolsek Cilincing guna menjalani pemeriksaan mendalam oleh tim penyidik.
Langkah tegas ini diambil guna mencegah terjadinya bentrokan antar-kelompok pemuda di wilayah tersebut. Karena status kedua pelaku yang masih di bawah umur, pihak kepolisian turut memanggil orang tua masing-masing ke kantor polisi.
"Kami mengamankan dua remaja yang masih kategori anak bawah umur yang membawa senjata tajam dan busur panah yang diduga akan digunakan dalam aksi tersebut," kata Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri dilansir Antara, Minggu (24/5/2026).
Pihak kepolisian menjelaskan bahwa patroli ini digelar untuk mengantisipasi berbagai tindak kriminalitas di wilayah Cilincing. Sebanyak 35 personel gabungan dari kepolisian dan Pokdar Kamtibmas dikerahkan untuk menyisir lokasi-lokasi rawan.
"Patroli ini merupakan bentuk kehadiran polisi di tengah masyarakat guna mencegah terjadinya tawuran, begal, curanmor, maupun tindak kriminal lainnya," kata Bobi Subasri.
Operasi pengamanan ini menyasar beberapa titik krusial seperti kawasan Kalibaru, Jalan Raya Cilincing, Jalan Alteri Marunda, Jalan BKT Marunda, Jalan BKT Rorotan, hingga area STIP Marunda. Razia juga dilaksanakan secara stasioner di Perempatan Harapan Indah dan Perempatan STIP Marunda.
"Anggota diminta memberikan imbauan secara persuasif kepada anak-anak muda yang masih nongkrong agar segera pulang ke rumah masing-masing," kata Bobi Subasri.
Kapolsek Cilincing menegaskan bahwa pengamanan intensif ini akan terus dijalankan secara berkala pada jam-jam rawan malam hari. Operasi rutin tersebut bakal melibatkan unsur Tiga Pilar demi memastikan stabilitas keamanan di wilayah Jakarta Utara tetap terjaga.
"Rangkaian patroli dan razia berlangsung aman dan kondusif. Hingga kegiatan berakhir, tidak ditemukan adanya tindak kriminal maupun gangguan kamtibmas di lokasi patroli," kata Bobi Subasri.