Polisi Tangkap Dua Pelaku Pembacokan di Ciledug Tangerang

Share

Aparat kepolisian menangkap dua pelaku bentrokan akibat permintaan uang setoran secara paksa kepada pedagang buah di Jalan Raden Fatah, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Rabu (1/12/2026) malam. Insiden berdarah ini menimbulkan sejumlah korban luka, seperti dilansir dari Detikcom.

Dua pelaku yang berhasil diamankan oleh petugas kepolisian adalah MSS alias Bule dan Panji alias Qbenk. Sementara itu, tiga orang terduga pelaku lainnya yang berinisial ZI alias Udin, Fajar, dan Angki saat ini masih dalam pengejaran pihak berwajib.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Parikhesit, membeberkan identitas dan dugaan peran dari masing-masing pelaku yang telah ditangkap tersebut.

"Inisial MSS alias Bule, diduga ikut melakukan pembacokan terhadap korban. Kemudian Panji alias Qbenk, yang diduga berperan membantu membawa salah seorang pelaku ke rumah sakit setelah kejadian," ujar Parikhesit.

Pihak kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti dari hasil penggeledahan, termasuk sebuah sarung golok di rumah salah satu pelaku, sandal berbercak darah di lokasi lain, serta sebilah golok di tempat kejadian perkara.

"Pemeriksaan terhadap korban maupun para pihak yang diamankan akan dilakukan setelah kondisi kesehatan mereka memungkinkan. Penyidikan masih terus kami kembangkan untuk mengungkap seluruh pelaku yang terlibat," imbuh Parikhesit.

Bentrokan bermula ketika ZI alias Udin mendatangi lapak pedagang semangka dan melon untuk memeras uang sebesar Rp10 ribu per hari, namun aksi pemerasan tersebut mendapatkan penolakan.

"Permintaan tersebut ditolak oleh para pedagang. Setelah itu yang bersangkutan pergi, namun tidak lama kemudian kembali sambil membawa senjata tajam dan mengajak beberapa rekannya," kata Parikhesit.

Kelompok pelaku yang awalnya datang membawa enam orang sempat kalah jumlah, sebelum akhirnya kembali membawa sekitar sepuluh orang lainnya dengan senjata tajam untuk melakukan penyerangan.

"Kelompok tersebut kemudian melakukan penyerangan hingga terjadi keributan yang mengakibatkan beberapa orang mengalami luka bacok," ujar Parikhesit.

Tiga orang pedagang buah mengalami luka serius akibat peristiwa tersebut, sementara dua orang dari kelompok penyerang juga dilaporkan terluka.

Merespons kejadian ini, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari meminta masyarakat untuk menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak kepolisian.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. Apabila mengalami tindakan premanisme, pemerasan, atau tindak pidana lainnya, segera laporkan kepada kepolisian melalui layanan 110 atau kantor polisi terdekat. Kami akan menindak tegas setiap bentuk aksi premanisme yang meresahkan masyarakat sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujar Jauhari.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author