Polisi Selidiki Surat Tebusan Terkait Penculikan Ibu Savannah Guthrie

Share

Pihak kepolisian menyatakan bahwa sebuah surat tebusan yang dikirimkan beberapa hari setelah penculikan Nancy Guthrie mengklaim bahwa perempuan berusia 84 tahun tersebut telah meninggal dunia. Ibu dari presenter NBC Today, Savannah Guthrie, diculik dari rumahnya di Tucson, Arizona, pada 1 Februari 2026.

Penyidik dari tim khusus yang terdiri dari agen FBI dan detektif Departemen Sheriff Pima County meyakini bahwa dua surat tebusan awal yang dikirimkan ke beberapa media melalui lini informasi daring adalah komunikasi sah dari penculik. Surat pertama menuntut tebusan senilai jutaan dolar dalam bentuk bitcoin, sementara surat kedua mengabarkan kematian korban tanpa disertai tuntutan uang ataupun permintaan maaf, menurut laporan dari NBC News dan CNN.

Juru bicara kepolisian mengonfirmasi kelanjutan dari proses penyelidikan yang telah berjalan selama lima bulan ini.

"The Pima County Sheriff's Department continues to work closely with the FBI as investigators follow up on leads, review information, and pursue the facts surrounding this case," ujar juru bicara Departemen Sheriff Pima County.

Pihak kepolisian juga menegaskan status dari penanganan kasus penculikan misterius ini yang masih berjalan.

"active and ongoing," kata pihak Departemen Sheriff Pima County kepada CNN.

Direktur Berita stasiun TV lokal KOLD, Jessica Bobula, mengungkapkan perbedaan mendasar antara dokumen tebusan pertama dan kedua yang diterima oleh medianya.

"in almost every way" kata Jessica Bobula, Direktur Berita KOLD.

Pendiri TMZ, Harvey Levin, memberikan klarifikasi terkait rumor surat yang menyebutkan kondisi korban saat penculikan terjadi.

"scared but OK" kata Harvey Levin, Pendiri TMZ.

Levin menambahkan bahwa pihaknya menerima beberapa surat elektronik dari seseorang yang mengaku mengetahui keberadaan para pelaku penculikan.

"There’s something about those emails that made me believe that this guy may well have known who the kidnappers were," ujar Harvey Levin.

Dalam sebuah wawancara dengan NBC pada Maret, Savannah Guthrie mengungkapkan pandangan keluarganya mengenai banyaknya surat tebusan palsu yang beredar.

"There are a lot of different notes, I think, that came, and I think most of them — it's my understanding — are not real, and I didn't see them," kata Savannah Guthrie, Presenter NBC Today.

Savannah menyatakan bahwa pihak keluarga memercayai keaslian dari dua surat tebusan yang pertama kali dikirimkan.

"But I believe the two notes that we received, that we responded to, I tend to believe those are real." ujar Savannah Guthrie.

Melalui rekaman video emosional bersama saudara-saudaranya yang diunggah di Instagram, Savannah menyampaikan pesan langsung kepada pelaku penculikan.

"We received your message, and we understand," kata Savannah Guthrie.

Ia memohon agar ibunya segera dikembalikan ke pihak keluarga dan menyatakan kesiapan mereka untuk menyerahkan sejumlah dana.

"would pay" ujar Savannah Guthrie.

Pernyataan serupa juga disampaikannya kembali dalam video tersebut untuk menegaskan komitmen pihak keluarga.

"We beg you now to return our mother to us so that we can celebrate with her. This is the only way we will have peace. … This is very valuable to us, and we will pay." kata Savannah Guthrie.

Kalimat permohonan tersebut diulangi dalam potongan rekaman video berdurasi 20 detik yang diunggahnya.

"We beg you now to return our mother to us so that we can celebrate with her. This is the only way we will have peace." ujar Savannah Guthrie.

Ia kembali menegaskan penawaran pembayaran tebusan di akhir pesan videonya.

"This is very valuable to us, and we will pay," kata Savannah Guthrie.

Savannah juga sempat menyampaikan pesan emosional mengenai ketidakpastian kondisi ibunya pada tanggal 24 Februari.

"know that she may be lost, she may already be gone" ujar Savannah Guthrie.

Penegasan mengenai kesiapan finansial keluarga kembali ditekankan secara singkat dalam laporan NBC News.

"pay" kata Savannah Guthrie.

Pada pertengahan Februari, Savannah kembali mengunggah video untuk mengetuk pintu hati dari siapa pun yang menahan ibunya.

"It is never too late to do the right thing." ujar Savannah Guthrie.

Hingga saat ini, FBI dan Departemen Sheriff Pima County masih terus melacak keberadaan pelaku yang terekam kamera pengawas menggunakan penutup muka dan membawa senjata api di luar rumah korban. Pihak keluarga menawarkan imbalan sebesar 1 juta dolar AS, ditambah 100 ribu dolar AS dari FBI, bagi siapa saja yang memiliki informasi valid terkait keberadaan Nancy Guthrie.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author