Polisi Selidiki Pengacara RMN Ditemukan Tewas di Setiabudi

Share

Aparat kepolisian tengah menyelidiki penyebab kematian seorang pengacara berinisial RMN yang ditemukan tewas di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, dilansir dari Detikcom. Korban diduga melompat dari lantai 46 sebuah bangunan apartemen.

Jasad RMN ditemukan berada di area balkon lantai dua sebuah hotel pada Sabtu (18/7) sekitar pukul 11.20 WIB. Pengungkapan peristiwa ini bermula dari pengecekan tempat kejadian perkara oleh pihak Kepolisian Sektor Metro Setiabudi.

"Benar, Polsek Metro Setiabudi telah melakukan pengecekan TKP terkait adanya seseorang yang ditemukan terjatuh di balkon lantai 2 hotel, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. Berdasarkan data awal, korban diketahui bernama RM Napitupulu," ujar Kombes Budi dalam keterangannya, Senin (20/7).

Berdasarkan rekaman kamera pengawas dan keterangan saksi, korban mendatangi area apartemen seorang diri. RMN kemudian melangkah menuju area rel gondola di lantai 46 sebelum akhirnya jatuh ke area balkon hotel yang terletak di kawasan yang sama.

Pihak kepolisian saat ini belum dapat memastikan alasan keberadaan korban di lokasi tersebut. Penyelidikan mendalam masih berlangsung untuk mengungkap latar belakang insiden ini.

"Terkait tujuannya (datang ke apartemen), tentunya kami masih melakukan penyelidikan dan akan kami dalami lebih lanjut. Terkait perkembangannya nanti, kita lihat hasil penyelidikan," ujar Kasi Humas Polres Metro Jaksel AKP Joko Adi kepada wartawan, Senin (20/7/2026).

Kepolisian menolak berspekulasi mengenai dugaan adanya tekanan atau intimidasi yang melatarbelakangi insiden ini. Fokus utama penyidikan saat ini tertuju pada pengumpulan bukti fisik dan kronologi peristiwa di lokasi.

"Kami belum mendapatkan informasi tersebut dan tentunya kami tidak akan mengait-ngaitkan. Yang kami dalami saat ini adalah terkait kejadian di lokasi korban meninggal dunia. Nanti manakala ada perkembangan, akan kami sampaikan kembali," ucapnya.

Proses olah tempat kejadian perkara langsung digelar oleh personel Polsek Setiabudi. Dari pemeriksaan awal, dipastikan bahwa korban bukan merupakan penghuni aktif apartemen tersebut.

"Jadi, terkait kejadian ini, tentunya kami dari kepolisian Polsek Setiabudi datang untuk melakukan olah TKP. Kami juga mencari informasi dari keterangan saksi-saksi dan mempelajari CCTV yang ada di tempat kejadian," jelasnya.

Polisi mencatat korban memiliki riwayat pernah menempati apartemen tersebut di masa lalu.

"Informasi yang didapat, bahwa korban ini bukan penghuni apartemen tersebut. Namun, korban diketahui pernah tinggal di apartemen itu sebelumnya," lanjutnya.

Area lantai 46 yang menjadi titik awal korban melompat diketahui merupakan fasilitas atap atau rooftop. Rekaman CCTV menampilkan alur pergerakan korban sejak awal kedatangan hingga menaiki lift.

"Lantai 46 itu rooftop ya, artinya bagian paling atas. Bukan (kamar unit). Di CCTV ada gambaran runutannya.

Saat yang bersangkutan datang, keluar dari lift lantai berapa ke lantai berapa, itu ada. Tentunya itu menjadi bagian yang kami dalami ke depannya," ungkapnya.

Selain itu, pihak kepolisian juga merespons kabar yang beredar di media sosial terkait hubungan kekeluargaan korban dengan salah satu sosok pengacara ternama.

"Terkait informasi mengenai hubungan keluarga korban dengan pihak tertentu, hal tersebut masih didalami Polsek Metro Setiabudi. Kasus ditangani Polsek Setiabudi," pungkasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Hukum jakarta selatan kriminal
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author