Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta
Pihak kepolisian bersama Puslabfor Polri menggelar olah tempat kejadian perkara untuk menyelidiki penyebab kebakaran di Gedung Badan Pendapatan Daerah DKI Jakarta pada Sabtu (8/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom. Tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Gambir mengamankan sejumlah sampel dari tiga lantai lokasi kejadian guna pemeriksaan laboratorium forensik. Penyelidikan diawali melalui pengamatan umum dari lantai bawah hingga lantai teratas untuk memetakan jalur penyebaran api.
"Barusan dilaksanakan olah TKP dari Puslabfor Polri bersama penyidik dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya, dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Gambir," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra, Sabtu (8/8/2026).
Pemeriksaan mendalam lantas difokuskan pada area yang diduga menjadi titik krusial penyerakan api di bangunan tersebut. "Kegiatan tadi adalah observasi umum dari lantai 1 sampai dengan lantai 16. Kemudian pemeriksaan secara khusus di titik dan penyebaran api, khususnya di lantai 11, lantai 12, dan lantai 16, serta mengambil bukti dan sampel yang akan diuji di Laboratorium Forensik Polri," ujar Roby Heri Saputra.
Petugas memperkirakan titik awal munculnya api berada di lantai 11 atau 12, meski kepastiannya masih menunggu hasil pengujian laboratorium. "Untuk kepastiannya nanti kita akan sampaikan setelah hasil lab selesai, karena tadi ada perbandingan dari sampel yang diambil di lantai 11, 12, 16 tersebut," kata Roby Heri Saputra.
Fungsi dari lantai yang diduga menjadi sumber awal api tersebut merupakan area penyimpanan dokumen pemerintah daerah. "Lantai 11 itu kalau tidak salah adalah ruang arsip," kata Roby Heri Saputra. Material pembakaran telah diambil dari lokasi sebagai bahan uji materiil penyidikan.
"Abu arang pokoknya," kata Roby Heri Saputra.
Selain barang bukti fisik, petugas mencatat adanya pengerjaan perbaikan fasilitas gedung di beberapa lantai sebelum insiden terjadi. "Benar, jadi informasi bahwa adanya renovasi di lantai 11 dan lantai 14. Namun korelasi antara pekerjaan renovasi dan penyebab dari kebakaran, kita belum dapat simpulkan sebelum olah TKP dan pemeriksaan selesai," kata Roby Heri Saputra. Proses olah TKP di lokasi kejadian dihentikan untuk sementara waktu dan dijadwalkan berlanjut kembali pada Senin (10/8/2026).