Polisi Ringkus Empat Pemuda Saat Konvoi Kelulusan SMK di Bogor
Aparat kepolisian mengamankan empat orang yang terlibat dalam aksi iring-iringan perayaan kelulusan siswa SMK dan alumni di kawasan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Para pemuda tersebut diamankan petugas setelah terindikasi berputar-putar di area Klapanunggal hingga Jonggol demi mencari kelompok lawan.
Aksi ugal-ugalan para pelajar bersama alumni tersebut dipastikan mengganggu ketertiban umum. Berdasarkan laporan dari Detikcom, gerombolan ini sempat melakukan siaran langsung melalui media sosial untuk menantang pihak lain.
"Itu anak-anak SMK, mereka merayakan kelulusan di daerah Klapanunggal, kemudian mereka iring-iringan dari Klapanunggal, ke Jonggol, kemudian ke arah Cileungsi," kata Kapolsek Cileungsi Kompol Edison, Sabtu (30/5/2026).
Kompol Edison menjelaskan bahwa para peserta konvoi sengaja memanfaatkan platform digital saat berkendara. Mereka juga diketahui membekali diri dengan senjata tajam selama perjalanan tersebut.
"Di Instagram itu mereka sambil live sambil mencari musuh, karena di situ ada beberapa alumni yang ikut, jadi bukan murni yang kelulusan aja. Jadi ada alumni di situ," ungkapnya.
Menurut keterangan kepolisian, rombongan tersebut terus berupaya memancing keributan dengan sekolah lain yang berpapasan di jalan. Kendati demikian, ajakan tawuran itu tidak direspons oleh kelompok mana pun hingga massa tiba di Terminal Cileungsi.
"Nah sampai di terminal Cileungsi, mereka berhenti langsung bakar-bakar petasan, petasan asap menghalangi jalan. Nah dari situlah baru kita tindak untuk membubarkan," sebutnya.
Ketika petugas kepolisian datang melakukan pembubaran, para peserta konvoi langsung melarikan diri secara acak. Sejumlah senjata yang sebelumnya dibawa oleh gerombolan tersebut turut dibawa kabur saat pembubaran terjadi.
Polisi kemudian melakukan pengejaran dan berhasil menangkap empat orang, dengan satu di antaranya teridentifikasi sebagai alumni sekolah. Para pelaku yang tertangkap langsung mendapatkan tindakan pembinaan di markas kepolisian.
"Kita amankan, tadi-tadi sudah kita serahkan ke orang tuanya," pungkasnya.