Polisi Malaysia Identifikasi Petugas Bandara Terkait Kasus Narkoba Kopilot
Kepolisian Malaysia mengidentifikasi seorang petugas pemeriksaan keamanan Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) berusia 30-an tahun yang diduga berkaitan dengan kasus penyelundupan narkoba oleh kopilot Malaysia Airlines, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Selasa (4/8/2026). Penyelidikan internal terus dilakukan terhadap mekanisme keamanan di bandara setelah kopilot maskapai tersebut, Mohd Saufi bin Othman, ditangkap di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pekan lalu. Ia ditangkap usai mengoperasikan penerbangan MH727 rute Kuala Lumpur-Jakarta dengan barang bukti sekitar 25 kg ekstasi di dalam koper serta hasil tes urine positif narkoba. Direktur Departemen Investigasi Kriminal Narkotika Bukit Aman, Hussein Omar Khan, menyatakan bahwa petugas bandara tersebut akan dipanggil untuk proses pemeriksaan hukum.
"Kami akan segera memanggilnya untuk membantu penyelidikan, dan jika perlu, kami akan menangkapnya," kata Hussein Omar Khan, Direktur Departemen Investigasi Kriminal Narkotika Bukit Aman.
Hussein menjelaskan bahwa prosedur keamanan di KLIA terdiri dari empat tingkat pemeriksaan yang harus dilalui oleh para pelancong. "Jika mereka lolos pemeriksaan pertama, yang dilakukan secara otomatis melalui sistem pemindaian, mereka tidak akan melanjutkan ke tingkat kedua," ujar Hussein Omar Khan, Direktur Departemen Investigasi Kriminal Narkotika Bukit Aman.
Pemeriksaan ketat akan diberlakukan apabila sistem keamanan mengindikasikan adanya kecurigaan pada barang bawaan. "Namun, jika sesuatu terdeteksi atau jika pihak berwenang memiliki kekhawatiran, mereka akan dikirim untuk pemeriksaan tingkat kedua dan ketiga," kata Hussein Omar Khan, Direktur Departemen Investigasi Kriminal Narkotika Bukit Aman.
Ia menambahkan bahwa pengguna jasa bandara yang tidak terindikasi membawa barang terlarang akan diizinkan melintas. "Dalam hal ini, jika mereka lolos pemeriksaan tanpa ada hal mencurigakan yang terdeteksi, mereka akan diizinkan untuk melanjutkan," kata Hussein Omar Khan, Direktur Departemen Investigasi Kriminal Narkotika Bukit Aman. Saat ini kepolisian Malaysia berkoordinasi erat dengan kepolisian Indonesia guna melacak asal-usul narkoba dan jaringan distribusi internasional yang mungkin terlibat.
"Kami sedang menunggu izin dari kepolisian Indonesia. Ketika waktunya tepat, petugas kami akan pergi ke sana untuk mewawancarai tersangka," kata Hussein Omar Khan, Direktur Departemen Investigasi Kriminal Narkotika Bukit Aman.