Polisi Chitose Tahan Tersangka Penikaman Pekerja Migran Indonesia
Aparat Kepolisian Chitose menahan seorang pria warga negara Indonesia berinisial MALA atas dugaan pembunuhan terhadap sesama WNI bernama Sri Rahayu di trotoar Kota Chitose, Prefektur Hokkaido, Jepang, pada Kamis (4/6/2026) malam pukul 21.10 waktu setempat.
Dilansir dari media lokal The Japan News dan The Asahi Shimbun, kasus ini terungkap setelah pejalan kaki melaporkan keberadaan pria yang membawa pisau dapur kepada layanan darurat. Di lokasi kejadian, polisi menemukan korban yang diidentifikasi sebagai Pekerja Migran Indonesia berinisial SR dengan sejumlah luka tusukan di tubuh termasuk bagian perut.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. Polisi langsung meringkus MALA yang bekerja sebagai karyawan paruh waktu dan menyita barang bukti berupa dua buah pisau dapur.
"Saya telah menusuknya dengan niat membunuh." kata tersangka MALA kepada penyidik Kepolisian Chitose.
Pihak kepolisian meyakini bahwa tersangka dan korban sudah saling mengenal, namun motif utama di balik penikaman tersebut masih dalam proses penyelidikan mendalam. Penangkapan tersebut juga diwarnai aksi penyerangan yang mengakibatkan seorang personel Kepolisian Chitose menderita luka sayatan serta seorang pria WNI rekan korban turut terluka.
"KBRI juga telah berkomunikasi dengan pihak keluarga untuk mengabarkan berita duka ini dan membahas rencana pemulangan jenazah ke tanah air. Adapun untuk pelaku saat ini telah dilakukan penangkapan dan penahanan oleh Kepolisian Chitose," ujar Heni Hamidah, Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri.
Kementerian Luar Negeri menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penegakan hukum yang transparan bagi pelaku di Jepang. Otoritas Indonesia di Tokyo juga terus berkoordinasi dengan kepolisian setempat guna mengurus pemulangan jenazah korban ke tanah air.
"Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Tokyo dan Direktorat PWNI akan terus memantau perkembangan penanganan kasus yang dilakukan oleh kepolisian, serta kemungkinan rencana pemulangan jenazah ke Indonesia," lanjut Heni Hamidah.
Hingga kini, Kepolisian Chitose menjerat tersangka dengan pasal pembunuhan dan terus melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap latar belakang hubungan antara pelaku dan korban.