Polisi Hentikan Proyek Lapangan Manggarai Usai Bocah Tewas Terperosok
Penyelidikan kepolisian menyebabkan proyek pembangunan lapangan multifungsi di Manggarai, Jakarta Selatan, dihentikan sementara waktu setelah seorang bocah berinisial I berusia empat tahun meninggal dunia akibat terperosok ke dalam lubang konstruksi, dilansir dari Detikcom.
Penghentian pengerjaan fasilitas tersebut dilakukan guna memberikan keleluasaan bagi aparat dalam memeriksa area kejadian perkara secara menyeluruh.
"Iya, dihentikan oleh pihak kepolisian dalam rangka penyelidikan," kata Lurah Manggarai M Arafat Dinsirat saat dihubungi, Rabu (1/7/2026).
Arafat menjelaskan bahwa infrastruktur olahraga ini sebenarnya dirancang sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gesekan antarwarga di wilayah tersebut. Pengerjaan fisik di lokasi itu sendiri sudah dimulai sejak akhir bulan lalu.
"Iya betul, itu proyek CSR yang memang nantinya pembuatan lapangan multifungsi. Salah satunya adalah ada lapangan futsal di situ, untuk mengakomodir anak-anak Manggarai supaya ada kegiatan olahraga," kata Arafat.
Fasilitas ruang publik ini dirancang terintegrasi agar dapat mereduksi kegiatan negatif remaja setempat.
"Hal ini ditujukan untuk salah satunya meredam atau mencegah tawuran di Kelurahan Manggarai," sambungnya.
Galian yang menjadi lokasi jatuhnya korban merupakan bagian penting dari struktur utama bangunan yang sedang dipersiapkan oleh pekerja.
"Itu memang mau dibuat kayak tiangnya lah gitu, tiangnya lapangan itu karena nanti lapangannya kan ada di dalam semacam hanggar," ujarnya.
Pihak kelurahan menyatakan area sekitar galian sebenarnya telah diberi pembatas pengaman, namun kondisi tersebut berubah setelah proses penyelamatan korban pada Sabtu (27/6).
"Itu karena kejadian malam itu warga mencoba masuk mungkin dalam konteks menolong, kemudian membongkar seng itu. Setelah kejadian itu tidak dibereskan lagi karena sudah ada police line dari kepolisian," jelasnya.
Target penyelesaian pembangunan awal yang dijadwalkan selesai menjelang pertengahan tahun ini dipastikan tertunda, dan seluruh kepastian hukum diserahkan penuh kepada tim penyidik.
"Terkait kelalaian di sisi mana nanti biar ada penyelidikan dari kepolisian. Karena kalau kami sampaikan nanti malah jadi cerita yang berbeda," tuturnya.