Polisi Geledah Kafe dan Money Changer Terkait Kasus Korupsi PLN
Aparat kepolisian menggelar operasi penggeledahan di sebuah kafe dan tempat penukaran uang atau money changer yang berlokasi di wilayah Jakarta Selatan. Langkah hukum ini diambil sebagai bagian dari proses penyidikan terkait dengan dugaan kasus korupsi yang menyeret institusi PLN, Asabri, serta Krakatau Steel, seperti dilansir dari Detikcom.
Kombes Budi Hermanto selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya menyatakan bahwa penanganan perkara ini merupakan atensi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk melakukan pengungkapan secara tuntas melalui rangkaian tindakan penyidikan.
"Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan," kata Budi Hermanto usai penggeledahan di Cafe de'Clan, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026).
Operasi penggeledahan tersebut juga mempunyai keterkaitan erat dengan penanganan dugaan tindak pidana korupsi pasokan batu bara di PLN. Permasalahan itu sebelumnya sempat mengakibatkan pemadaman listrik total atau blackout di wilayah Sumatera beberapa waktu lalu. Fokus perkara yang tengah didalami meliputi dugaan penyuapan, gratifikasi, hingga praktik pencucian uang.
"Dari Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang di Cafe de'Clan dan Coin Money Changer. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, Asabri dan Krakatau Steel," ujarnya.
Berdasarkan pemantauan di lokasi pada Rabu (8/7), rombongan personel kepolisian mulai mendatangi Cafe de'Clan sejak pukul 13.25 WIB. Petugas yang berada di area tersebut mengonfirmasi bahwa aktivitas yang sedang berlangsung di dalam bangunan merupakan agenda penggeledahan resmi.
Perkembangan di lapangan menunjukkan intensitas pemeriksaan yang semakin mendalam pada siang hari itu. Wakapolda Brigjen Dekananto Eko Purwono bersama sejumlah personel dari Ditkrimsus Polda Metro Jaya turut mendatangi lokasi penggeledahan pada pukul 14.05 WIB.