Polisi Cileungsi Menyamar Satpam Bongkar Praktik Pengoplosan LPG
Aparat Polsek Cileungsi membongkar praktik pengoplosan gas LPG di sebuah ruko Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/7/2026). Dalam penindakan ini, dua pelaku berinisial MS dan RET ditangkap beserta barang bukti 1.304 tabung LPG, seperti dilansir dari Detikcom. Kapolsek Cileungsi Kompol Edison turun langsung mengawasi lokasi kejadian dengan melakukan penyamaran sebagai petugas keamanan ruko sebelum melancarkan penggerebekan. "Penggerebekan dilakukan setelah melakukan pemantauan secara langsung dengan menyamar sebagai petugas keamanan untuk mengawasi aktivitas mencurigakan di lokasi," kata Edison, Sabtu (25/7/2026).
Penyamaran tersebut disiapkan lantaran para pelaku memasang fasilitas pemantauan udara di sekitar area ruko guna menghindari deteksi petugas.
"Penyamaran tersebut terpaksa dilakukan karena para pelaku memasang kamera CCTV di bagian depan ruko yang digunakan untuk memantau situasi di sekitar lokasi," ujarnya. Langkah penyamaran taktis ini diambil agar operasi penindakan tidak bocor sebelum jajaran kepolisian tiba di lokasi.
"Langkah itu dilakukan agar keberadaan petugas tidak dicurigai sebelum penggerebekan dilaksanakan," tambah dia. Di dalam lokasi penggerebekan, petugas kepolisian juga menemukan sarana yang disiapkan para pelaku untuk melarikan diri jika sewaktu-waktu terdesak.
"Tangga di bagian belakang bangunan yang diduga telah dipersiapkan sebagai jalur pelarian apabila sewaktu-waktu dilakukan penggerebekan," bebernya. Kedua tersangka bertindak sebagai eksekutor yang memindahkan isi gas LPG subsidi 3 kilogram ke tabung nonsubsidi 12 kilogram guna memperoleh keuntungan finansial. "Dalam penggerebekan itu, polisi berhasil mengamankan dua orang pelaku berinisial MS dan RET, yang berperan sebagai dokter atau penyuntik gas," kata Edison.
Selain menyita ribuan tabung gas, polisi mengamankan sejumlah barang bukti pendukung dari lokasi pengoplosan tersebut.
"Petugas menyita sebanyak 1.304 tabung LPG, 56 buah besi penyambung gas, dua unit kulkas, satu unit timbangan digital, satu unit kendaraan roda empat, serta tutup plastik barcode tabung LPG 12 kilogram dan tutup plastik tabung LPG 3 kilogram yang diduga digunakan dalam praktik pengoplosan tersebut," bebernya.