Polisi Buru Delapan Anjing Pemburu Babi di Jasinga Bogor

Share

Tim gabungan Polres Bogor dan Ditpolsatwa Mabes Polri mengerahkan anjing pelacak K9 untuk memburu delapan anjing pemburu babi yang lepas di Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Kamis (11/6/2026). Langkah ini diambil setelah insiden penyerangan yang menewaskan seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun.

Penyisiran intensif difokuskan di area Desa Sipak, Kecamatan Jasinga dengan melibatkan 10 personel Ditpolsatwa Baharkam Mabes Polri, dua ekor K9, serta personel Polres Bogor dan Polsek Jasinga. Dilansir dari Detikcom, total ada 12 ekor anjing yang lepas, di mana empat ekor telah ditangkap dan empat ekor lainnya dilaporkan mati di dalam mobil.

"Kami sangat memahami kekhawatiran masyarakat Jasinga saat ini. Oleh karena itu, untuk meredam keresahan warga, kami telah berkoordinasi dengan Mabes Polri dan hari ini meluncurkan tim gabungan dari Ditpolsatwa Baharkam Polri bersama 2 ekor K9, Polres Bogor, dan Polsek Jasinga," kata Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto, Kamis (11/6/2026).

Operasi ini dilakukan guna memastikan keamanan psikologis warga sekitar lokasi kejadian. Aparat kepolisian juga menegaskan bahwa proses hukum terhadap pemilik anjing sudah berjalan melalui Unit PPA.

"Berdasarkan laporan dari warga setempat, terdeteksi ada sekitar 12 ekor anjing pemburu yang lepas. Hingga saat ini, tim gabungan telah berhasil menangkap 4 ekor, dan diperkirakan masih ada sekitar 6 ekor anjing lagi yang sedang dalam proses pengejaran di dalam radius penyisiran," kata Wikha.

Sebelumnya, korban diserang saat sedang memancing pada Minggu (7/6) siang. Polisi telah memeriksa 57 saksi dan menetapkan pemilik anjing sebagai tersangka setelah mengumpulkan bukti-bukti yang cukup.

"Penegakan hukum melalui penetapan tersangka oleh Unit PPA sudah berjalan, dan pengamanan total di lapangan dengan menerjunkan K9 juga sedang intensif dilakukan. Kami pastikan Polri hadir secara menyeluruh, baik untuk keadilan korban maupun keamanan psikologis warga Jasinga," imbuhnya.

Hewan-hewan yang berhasil ditangkap dalam operasi penyisiran ini akan langsung dievakuasi dari pemukiman. Hal ini dilakukan demi mengembalikan situasi kondusif di lingkungan warga.

"Fokus kami saat ini adalah menyisir Desa Sipak untuk mengamankan sisa anjing pemburu yang lepas. Begitu tertangkap, anjing-anjing tersebut langsung kami evakuasi ke Ditsatwa Mabes Polri agar lingkungan warga kembali aman," ujar Wikha.

Sementara itu, empat ekor anjing pemburu yang menyerang korban dilaporkan mati bersamaan karena kehabisan oksigen di dalam kendaraan. Kondisi tersebut terjadi setelah satwa tersebut diamankan oleh warga ke dalam mobil pasca-kejadian.

"Infonya karena disimpan di dalam mobil, terus diikat, mobilnya tertutup, sehingga tidak ada oksigen di dalamnya. Iya (ada empat anjing yang mati)," kata Kasatres PPA/PPO Polres Bogor AKP Silfi Adi Putri pada Rabu (10/6/2026).

Kematian satwa tersebut diduga karena mesin kendaraan dalam keadaan mati saat jendela dan pintu tertutup rapat. Hal itu memicu hilangnya pasokan udara di dalam ruang kabin mobil.

"Untuk kondisi anjing, jadi pada saat anjing-anjing itu menerkam korban itu diamankan, lalu dimasukkan ke dalam mobil. Saat anjing di dalam mobil tersebut, mungkin mobil tidak dinyalakan, sehingga menyebabkan kematian pada anjing tersebut," kata Silfi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author