Polda Sumatera Selatan Libatkan Taruna Akpol dalam Program Taruna Bakti di Palembang dan Ogan Ilir

Share

Polda Sumatera Selatan melibatkan 10 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dalam Program Taruna Bakti untuk mendukung pendidikan karakter di Sekolah Rakyat Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Ilir pada Senin, 3 Agustus 2026.

Program ini bertujuan memperkuat pembinaan karakter generasi muda sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia, dilansir dari Detikcom.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya menjelaskan keterlibatan Taruna Akpol sebagai bentuk dukungan Polri terhadap pendidikan karakter sejak usia sekolah.

"Melalui pendekatan edukatif, humanis, dan terstruktur di Sekolah Rakyat Palembang dan Ogan Ilir, kami berharap kehadiran para Taruna Akpol mampu menanamkan fondasi kedisiplinan, etika, tanggung jawab, serta budaya hidup tertib dan bersih. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal penting dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkarakter, berkualitas, dan siap menghadapi tantangan masa depan," ujar Nandang.

Program Taruna Bakti ini menjadi salah satu wujud sinergi Polri dalam pembangunan nasional melalui pembentukan karakter generasi muda. Polda Sumatera Selatan berkomitmen menghadirkan program edukatif yang memperkuat ketahanan sosial dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat di wilayah tersebut.

Para Taruna Akpol dibagi menjadi dua tim untuk memastikan proses pembinaan berjalan optimal. Tim pertama dipimpin Ipda Eko Nursetiawan bertugas di Sekolah Rakyat Kota Palembang, sedangkan tim kedua di bawah pimpinan Ipda Satria Ardi Yana ditempatkan di Sekolah Rakyat Kabupaten Ogan Ilir. Setiap tim terdiri atas lima Taruna Akpol dan satu personel pendamping organik.

Selain penyampaian materi, program ini menanamkan nilai-nilai dasar pembentukan karakter pelajar seperti etika, sopan santun, kemandirian, motivasi mental tangguh, serta disiplin waktu dan peran sebagai pelajar.

Para Taruna juga memberikan pelatihan praktik mengenai budaya hidup tertib dan bersih, termasuk menjaga kerapian diri, merawat kebersihan lingkungan, menata lemari pakaian, merapikan tempat tidur, dan pengenalan dasar Peraturan Urusan Dinas Dalam sebagai bagian dari pembiasaan hidup disiplin.

Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan secara terstruktur, dimulai dari apel pagi, pergeseran personel ke lokasi, pelaksanaan pembelajaran secara bergilir, evaluasi kegiatan, hingga pengembalian personel ke mess masing-masing.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author