Polda Metro Jaya Cari Potongan Kaki Korban Mutilasi Cipayung
Penyisiran di Kali Licin, Cipayung, Depok, Jawa Barat, masih terus dilakukan oleh aparat kepolisian untuk menemukan potongan dua kaki pria berinisial K (51) yang menjadi korban mutilasi oleh Saepul (26), Minggu (9/8/2026).
Aksi pembunuhan dan mutilasi tersebut terjadi di rumah kontrakan tersangka di kawasan Cipayung, Depok, pada 23 Juli 2026 sore sekitar pukul 16.00 WIB. Jasad korban kemudian dimasukkan ke dalam karung dan dibuang di lahan kosong, sedangkan bagian kakinya dibuang ke aliran sungai, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Penyidik telah menemukan karung berisi bagian tubuh korban pada Selasa, 4 Agustus 2026. Selanjutnya, pelarian tersangka Saepul berhasil dihentikan oleh Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di wilayah Pandeglang, Banten, pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Kanit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya Kompol Dimitri Mahendara meminta dukungan masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan sisa bagian tubuh korban.
"Masih dalam pencarian. Mohon bantuan apabila ada masyarakat yang mengetahui, harap melaporkan ke kepolisian ya," kata Kompol Dimitri Mahendara, Kanit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya.
Proses pencarian potongan tubuh bagian bawah korban hingga saat ini masih menghadapi kendala di lapangan.
"Penyidik Satreskrim Polres Depok bersama-sama dengan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, terus berupaya mencari masih ada potongan badan bagian bawah dua kaki, ya yang dibuang oleh tersangka," kata Kombes Iman Imanuddin, Dirkrimum Polda Metro Jaya.
Kombes Iman Imanuddin menjelaskan bahwa derasnya arus sungai diduga membuat potongan tubuh korban terbawa aliran air dari titik awal pembuangan.
"Titik kepastian pelaku membuangnya di mana awalnya. Ada aliran air juga yang bisa cukup untuk membawa potongan itu terbawa arus, sehingga kami harus menelusuri aliran sungai," kata Kombes Iman Imanuddin, Dirkrimum Polda Metro Jaya.
Kepolisian juga mengerahkan unit anjing pelacak K-9 dan mengatur ritme kerja tim agar proses pencarian dapat berlangsung secara optimal.
"Kemudian, terkait dengan durasi, tentunya dari tim K-9, kemudian dari tim kami juga, kami harus atur supaya kami tetap bisa bertahan sampai dengan kami menemukan potongan tersisa yang belum ditemukan tersebut," kata Kombes Iman Imanuddin, Dirkrimum Polda Metro Jaya.