Polda Jatim Tangkap Hacker Peretas Ratusan Situs Pemerintah dan Swasta
Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Timur menangkap seorang peretas bernama Adjani Ardhian Kusuma atas tuduhan pembobolan ratusan situs web lembaga pemerintah, pendidikan, dan swasta pada Kamis (30/7/2026). Seperti dilansir dari Detikcom, pelaku merusak sistem keamanan target dan menjual akses data lalu lintas internet tersebut untuk menaikkan peringkat situs promosi taruhan daring.
Aksi peretasan ini berdampak luas pada berbagai sektor. Tersangka menyusupkan file khusus hingga merusak sistem keamanan pada 80 situs web sekolah, 20 situs web universitas, 13 situs web pemerintah, serta 147 situs web swasta dalam negeri. Selain menyasar institusi lokal, pelaku tercatat meretas 1.570 situs web luar negeri.
Akses akun dan data hasil peretasan tersebut dijual oleh tersangka melalui sejumlah grup di media sosial dengan harga mulai dari Rp1 juta.
"Dengan rusaknya sistem keamanan tersebut, data lalu lintas internet dicuri dan dikuasai tersangka. Kemudian dijual oleh tersangka melalui market, lalu kemudian akun atau domain subdomain tersebut keluar promosi perjudian," ujar Direktur Reserse Siber Polda Jatim Kombes Bimo Ariyanto saat konferensi pers.
Pembeli yang mendapatkan data berupa nama pengguna dan kata sandi dari tersangka memanfaatkannya untuk memanipulasi performa situs daring di mesin pencari.
"Kemudian apabila terdapat pembeli, maka tersangka akan memberikan akses berupa username serta password website yang sudah diretas. Sehingga, pembeli bisa menggunakan data lalu lintas website tersebut untuk menaikkan rating pada mesin pencarian," beber Bimo.
Aksi peretasan ini memicu kerusakan fungsional pada platform yang menjadi korban, di mana pengubahan tampilan utama secara otomatis mengarahkan pengunjung ke halaman promosi taruhan.
"Peretasan tersebut berdampak pada tampilan serta menu website yang tidak bekerja sebagaimana mestinya, apabila menu pada website dipilih, maka tampilan website korban akan berubah menjadi halaman website bermuatan perjudian," ungkap Bimo.