Polda Banten Sita HP Ketua DPRD Lebak Terkait Kasus Penganiayaan Aktivis

Share

Polda Banten menyita handphone Ketua DPRD Lebak, Juwita Wulandari, dan suaminya terkait kasus penganiayaan aktivis Fam Fuk Tjhong alias Uun, kata Kabid Humas Polda Kombes Maruli Hutapea pada Jumat, 21 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Saat ini, Juwita dan suaminya berstatus saksi dalam penyidikan. Polisi menetapkan empat orang tersangka, yakni DH, AS, RP, dan ED, yang diduga melakukan penculikan serta penganiayaan langsung terhadap Uun.

"Dari hasil penyidikan sampai dengan hari ini, baru empat orang tersangka yang telah ditetapkan, ditahan, dan berproses sampai ke kejaksaan. Sisanya masih berstatus saksi," ujar Maruli.

Berkas perkara keempat tersangka sudah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU) dan memasuki tahap I, dengan penyidik menunggu hasil penelitian berkas dari JPU hingga dinyatakan lengkap atau P-21.

Maruli menegaskan Polda Banten berkomitmen menyelesaikan kasus ini secara profesional dan memberikan kepastian hukum. Polda juga akan terus berkoordinasi dengan JPU untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan.

"Kami menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan dan akan menindaklanjuti setiap petunjuk dari jaksa penuntut umum," tegas Maruli. Ia juga mengimbau masyarakat mempercayakan penanganan perkara kepada aparat hukum dan tidak mengganggu proses penyidikan.

Kasus penganiayaan ini sempat viral di media sosial. Dalam video, Uun tampak telanjang dada di dalam mobil sambil meringkuk dan diinterogasi atas tuduhan pelecehan dan penghinaan kepada ketua Dewan.

Uun mengaku kapok dan siap meminta maaf serta bersedia menerima konsekuensi jika mengulangi perbuatannya. Setelah kejadian pada Sabtu, 18 Juli 2026 malam, Uun melapor ke polisi dan laporannya masih didalami.

Ketua DPRD Lebak, Juwita Wulandari, menolak tuduhan bahwa dirinya menyuruh orang menganiaya Uun. Ia menyatakan tidak pernah berkomunikasi atau memerintahkan kekerasan tersebut.

"Saya mengklarifikasi bahwa kabar tersebut tidaklah benar," kata Juwita. Ia menyebut hanya menerima pesan tak beretika dari Uun yang kemudian tidak berlanjut komunikasi lebih jauh.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author