PLN Pulihkan Aliran Listrik Delapan Juta Pelanggan di Sumatra

Share

PT PLN (Persero) memulihkan sistem kelistrikan di Sumatra secara bertahap setelah terjadi gangguan jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt (kV) Muara Bungo-Sungai Rumbai di Jambi sejak Jumat (22/5/2026).

Sebanyak lebih dari 8,3 juta pelanggan kini telah kembali menikmati aliran listrik dari total 13,1 juta pengguna yang terdampak, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Sabtu (23/5/2026).

Gangguan massal yang bermula pada Jumat pukul 18.44 WIB tersebut langsung direspons oleh PLN dengan mengerahkan ratusan personel yang bekerja selama 24 jam penuh di wilayah Jambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Utara, hingga Aceh.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa hingga Sabtu pukul 10.00 WIB, pasokan listrik sebesar lebih dari 3.192 MW telah berhasil disalurkan kembali dari total 5.334 MW yang sempat terdampak.

Operasional gardu induk juga menunjukkan kemajuan signifikan dengan pulihnya 157 gardu induk dari total 176 gardu yang mengalami gangguan, sehingga 8.351.670 pelanggan kembali mendapatkan pasokan listrik.

"Saat ini seluruh petugas dan tim teknis PLN bekerja penuh selama 24 jam di lapangan. Proses pemulihan terus berjalan dan kami all out agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih kembali secara bertahap dan aman," ujar Darmawan.

Menurut indikasi awal dari pihak manajemen, cuaca buruk menjadi penyebab utama kerusakan pada ruas transmisi yang kemudian berdampak luas pada sistem kelistrikan di sebagian wilayah Sumatra.

"Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatra, mengakibatkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit dan memicu efek domino gangguan di sejumlah wilayah," kata Darmawan.

Meskipun jaringan transmisi utama berhasil dinormalisasi dalam waktu sekitar dua jam, PLN kini berfokus pada pemulihan serta penyelarasan kembali pembangkit-pembangkit listrik yang terdampak.

"Proses penyalaan pembangkit dilakukan secara sistematis dan bertahap dengan tetap mengutamakan keamanan sistem. Pembangkit berbasis hidro dan gas dapat langsung membantu menyuplai sistem sebagai fast response untuk mempercepat recovery_awal. Sementara pembangkit thermal seperti PLTU membutuhkan waktu lebih lama, antara 15 hingga 20 jam mulai dari start-up, sinkron dan beroperasi penuh," ucap Darmawan.

Pihak PLN juga mengonfirmasi koordinasi intensif dengan Kementerian ESDM, pemerintah daerah, beserta aparat terkait demi memastikan kelancaran pemulihan total.

"Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami terus siaga agar sistem kelistikan bisa segera pulih dan masyarakat bisa kembali menikmati listrik dengan secepat mungkin," kata Darmawan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author