PLN Bantah Kenaikan Tarif Menyusul Keluhan Lonjakan Tagihan Listrik
Sejumlah pelanggan melaporkan lonjakan tagihan listrik pascabayar secara signifikan pada awal Juni 2026 meskipun tidak ada perubahan tarif dari pemerintah. Keluhan tersebut ramai dibicarakan di media sosial Threads, salah satunya diunggah ulang oleh akun Instagram Depok24Jam, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz pada Selasa (2/6/2026).
Pengguna Threads dengan akun @zalkad menyampaikan keheranannya atas peningkatan tagihan yang terjadi pada pembayaran bulan Juni untuk pemakaian Mei 2026.
"Padahal pemakaian sama dengan bulan lalu, dan saya cek juga gak ada kenaikan harga listrik," ungkapnya dalam unggahan Threads dikutip Selasa (2/6/2026).
Keluhan serupa disampaikan oleh akun @iinalin._ yang menyebut tagihan listriknya melonjak hingga 50 persen dari Rp2,2 juta menjadi Rp3,3 juta.
“Kok bisa ya, gak bilang-bilang. Gak ada berita sama sekali,” tulisnya.
Selain itu, akun @jesicanadine turut merinci kenaikan tagihan listrik miliknya untuk penggunaan Mei 2026 yang mencapai Rp3,13 juta, padahal tagihan bulan sebelumnya hanya sebesar Rp1,96 juta.
“Naiknya banyak banget, padahal gak ada elektronik tambahan,” ungkapnya.
Merespons keluhan masyarakat di media sosial mengenai lonjakan tagihan tersebut, PT PLN (Persero) memberikan penjelasan resmi mengenai kepastian tarif listrik saat ini.
"PLN senantiasa menjalankan kebijakan tarif listrik sesuai yang ditetapkan oleh Pemerintah melalui Kementerian ESDM, untuk periode April—Juni 2026 tarif listrik tetap dan tidak mengalami perubahan dari periode sebelumnya," ujar Gregorius Adi Trianto, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero) saat dihubungi, Selasa (2/6/2026).
Menurut manajemen PLN, lonjakan tagihan yang dirasakan oleh sebagian pelanggan tersebut kemungkinan besar dipicu oleh perubahan pola konsumsi energi listrik. Faktor cuaca, kenaikan suhu udara, serta peningkatan aktivitas di dalam rumah dituding menjadi penyebab penggunaan alat elektronik menjadi lebih intensif.
"Untuk memantau riwayat pembelian token dan pembayaran tagihan listrik secara mandiri, pelanggan dapat memanfaatkan aplikasi PLN Mobile guna mengetahui dan mengatur pola penggunaan listrik secara lebih efisien," tambahnya.
Masyarakat dapat melakukan pengecekan riwayat pemakaian secara mandiri melalui aplikasi resmi PLN Mobile dengan mengakses menu token dan pembayaran serta memasukkan ID pelanggan.