PLN Berencana Bangun PLTS di Sepanjang Jalan Tol Jasa Marga

Share

PT PLN (Persero) berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan memanfaatkan sisi kiri dan kanan jalan tol sepanjang 802 kilometer milik PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dilansir dari Detik Finance pada Kamis (2/7/2026). Proyek pemanfaatan lahan infrastruktur jalan tol ini merupakan bagian dari pengembangan Super Technology Green Corridor demi mendukung transisi energi serta memperkuat sistem kelistrikan nasional. "Sebagai contoh juga kami membangun super teknologi green corridor bahwa ada lahan di pinggir kiri kanan jalan tol. Nah untuk itu ini sebagai contoh jalan tol milik jasa marga dengan panjang 802 km apabila di kedua sisi lebarnya sekitar 3-5 meter, maka ada sekitar 400-500 hektare," ujar Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo dalam rapat dengan Komisi XII DPR, Kamis (2/7/2026).

Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa area lahan tersebut setara dengan kapasitas setengah gigawatt peak, sehingga PLN akan mengombinasikannya dengan pemasangan Battery Energy Storage System (BESS) untuk menampung pasokan listrik.

"Artinya ini ada setengah gigawatt peak dan tentu saja artinya dikalikan 3 kami bisa menambah baterai energy storage sistem sebesar 1,5 GWh," katanya. Selain proyek di tol Trans Jawa tersebut, PLN menyiapkan konsep serupa di Jalan Tol Bali Mandara melalui kombinasi PLTS dan pembangkit listrik tenaga angin berbentuk silinder (cylindrical wind turbine).

"Nah ini kami tambahkan juga dengan pembangkit listrik tenaga angin tetapi yang berbentuk silindrical yang ini bukan hanya memproduksi energy dari angin tetapi juga menambah keindahan di pemandangannya. Ini rencana konsep pembangunan tol di Bali Mandara," katanya. Langkah pemanfaatan lahan marginal di sepanjang jalan bebas hambatan ini merujuk pada keberhasilan implementasi serupa di sejumlah negara asing.

"Ini tentu saja kami melakukan benchmarking terutama di Uni Emirat Arab kemudian ada di United States terutama di California, di Saudi Arabia mereka punya akses terhadap gurun pasir yang sangat besar sekali sehingga masalah lahan ini tidak menjadi tantangan di dalam kondisi mereka," terang Darmawan. Pengembangan infrastruktur hijau ini juga selaras dengan penugasan pemerintah dalam mengejar target penambahan kapasitas pembangkit ramah lingkungan di dalam negeri. "Dan saat ini pemerintah sudah melakukan penugasan agar program PLTS 100 gigawatt ini sebagai penguatan sistem listrikan seantero Indonesia ini yang bisa mengubah tadinya energi import menjadi domestik energi fosil menjadi renewable energy, energi yang mahal menjadi lebih murah dan tentu saja ini adalah meningkatkan keandalan energi dan menyediakan affordable energy," tambahnya.

Berdasarkan paparan dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR, rencana pembangunan instalasi energi terbarukan ini akan mencakup 20 jalur tol strategis, termasuk Tol Bandara Soekarno-Hatta, JORR, Jasa Marga Trans Jawa, hingga Tol Bali Mandara.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author