by

Pilkada Jangan Sampai Ada Klaster Baru, Zaiful Bokhari: Yakin Kita Bisa!

Calon Bupati Lampung Timur  Zaiful Bokhari berharap pemilihan kepala daerah serentak di tengah pandemi COVID-19 pada tanggal 9 Desember 2020 berjalan aman dan tidak ada klaster baru.

 

”Kampanye sudah berjalan. Kami berharap penyebaran virus baru tidak terjadi pada hari H pilkada nanti. Saya harap keadaan bagus ini tetap stabil sampai hari-H,” terang Zaiful Bokhari dalam keterangannya, Kamis (19/11).

 

Dari beberapa kunjungan ke sejumlah desa dan kecamatana Zaiful melihat memang dilematis pelaksanaan pilkada pada masa pandemi ini.

 

Di satu sisi, paslon harus mematuhi protokol kesehatan, seperti tidak melakukan kegiatan pengumpulan massa, sementara di sisi lain ingin bertemu masyarakat calon pemilih untuk menyampaikan visi dan misinya secara langsung.

Baca Juga  AC Milan dan Napoli Duel Satu Group

 

”Masyarakat juga merasakan hal yang sama. Rakyat ingin segera mendapatkan pemimpin yang baik untuk daerahnya. Akan tetapi, rakyat masih takut terjangkit virus mematikan ini,” imbuh Bang Ipul-saapaan akrab calon dengan nomor urut 2 itu.

 

Pada kenyataannya,  lanjut dia, pesta demokrasi ini harus tetap digelar sebab pemerintah sudah memutuskan pilkada serentak tetap berjalan. ”Sebagai masyarakat harus mendukung dan melaksanakan. Konstritusi kita harus bersinergi dengan kondisi apa pun,” terangnya.

 

Namun, Zaiful memaklumi kekhawatiran sebagian masyarakat akan munculnya klaster baru penyebaran virus pasca-Pilkada 2020.

Baca Juga  Pilkada, Potensi Konflik Begitu Menganga

 

”Ya, namanya juga kampanye, pengumpulan massa tidak bisa dihindari. Yang bisa dilakukan adalah berupaya keras melaksanakan protokol kesehatan secara ketat, seperti wajib memakai masker, jaga jarak aman, kalau perlu lakukan rapid test,” terangnya.

 

Zaiful melihat banyak masukan mengenai teknis pelaksanaan pilkada pada masa pandemi, salah satunya memakai sistem online atau dalam jaringan (daring), tanpa kehadiran secara fisik.

 

”Itu bagus-bagus saja tetapi apakah teknologi tersebut sudah menyebar secara merata? Apakah sudah semua masyarakat Indonesia memahami? Itu menjadi persoalan. Di Amerika Serikat saja, sistem online tidak maksimal, rakyat di sana ingin memilih secara langsung,” katanya.

Baca Juga  Hidup di Tengah Wabah, Bang Ipul: Menyerah Bukanlah Pilihan

 

Solusi yang paling tepat adalah secepat mungkin pengadaan vaksin sebelum pelaksanaan pilkada. Dalam hal ini, sekuruh elemen bergerak cepat.

 

Untuk itu, Zaiful juga meminta KPU membuat aturan-aturan tegas, para pasangan calon (paslon) juga mesti memiliki kesadaran tinggi untuk ikut melindungi rakyat. Masyarakat Indonesia juga wajib menuruti aturan-aturan yang ada.

 

”Jika itu dilakukan, mudah-mudahan pilkada berlangsung sukses dan masyarakat pemilih terbebas dari penularan virus. Yakinlah kita bisa,” pungkas pria yang berpasangan dengan Ahmad Sudibyo itu. (man/tap)

Baca Juga