Peserta Seleksi Akpol 2026 Raih Nilai Rata-Rata Tertinggi

Share

Peserta Seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) 2026 asal Polda Kalimantan Tengah, Jonathan Putra Siregar, berhasil mengukir nilai rata-rata tertinggi dari total 403 peserta. Pencapaian ini diraih berkat kedisiplinan belajar mandiri serta latihan fisik yang intensif.

Dilansir dari Detikcom, pemuda yang mengambil keputusan untuk jeda tahun setelah lulus SMA tersebut memanfaatkan berbagai sumber belajar online, termasuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk menyusun latihan soal bahasa Inggris.

"Kiat-kiat yang saya lakukan di antaranya adalah dengan persiapan mandiri. Sumber belajar saya bermacam-macam, mandiri, itu dari online," kata Jonathan kepada detikcom di Auditorium Cendikia pada Senin (27/7/2026).

Langkah merancang latihan mandiri tersebut diambil demi menghadapi tingginya tingkat kesulitan materi ujian pada seleksi tingkat pusat.

"Untuk bahasa Inggris saya bikin soal sendiri dengan bantuan artificial intelligence," sambung dia.

Persiapan akademis ia jalani secara konsisten dengan membagi waktu belajar ke dalam tiga sesi harian demi memaksimalkan pemahaman materi.

"Saya menyiapkan segala kemungkinan terburuk karena saya dengar soalnya susah. Jadi saya latihan dengan soal-soal level paling sulit," ujar Jonathan.

Disiplin ketat juga ia terapkan pada porsi latihan fisik harian tanpa menggunakan bantuan mentor maupun pelatih pribadi.

"Saya belajar jam 08.00-12.00 siang, lalu 13.00-14.30 sore, lalu pukul 19.00-21.00 malam. Kebanyakan sumber belajar saya dari internet dan belajar secara mandiri," jelas dia.

Program olah tubuh dirancang mandiri melalui panduan video digital untuk menunjang performa tes kesamaptaan jasmani.

"Latihan fisik saya lakukan sendiri dengan intensif, tidak ada mentor. Saya hanya berlatih mandiri dengan sumber ilmu dari medsos dan youtube, video-video cara drill running, drill push up, drill sit up yang menunjang lari saya sehingga dapat 3.575 meter dalam 12 menit.," terang anak peternak ayam pedaging ini.

Sesi latihan fisik rutin dijadwalkan dua kali sehari pada pagi dan sore hari guna menjaga kebugaran tubuh secara optimal.

"Latihan fisik jam 05.00 sampai jam 06.00 atau 6.30 pagi lalu jam 16.00-17.30 sore. Saya biasanya intensitas larinya dalam seminggu minimal 80 km, maksimal 150 km per minggu," sebut Jonathan.

Dalam ujian kesamaptaan lari 12 menit, Jonathan mampu menempuh jarak 3.575 meter. Ia juga mencatatkan nilai Tes Potensi Akademik sebesar 72 serta nilai Tes Bahasa Inggris mencapai 82.

Peningkatan kualitas fisik para peserta seleksi tahun ini turut mendapat sorotan dari pihak kepolisian.

"Bayangkan kekuatan fisiknya. Artinya mereka serius betul mempersiapkan diri," pungkas Irjen Anwar.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author