Peserta Rekrutmen Akpol 2026 Puji Transparansi Ujian Tingkat Pusat
Proses rekrutmen Akademi Kepolisian (Akpol) tingkat pusat di Kompleks Akpol, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (26/7/2026), dinilai berlangsung adil dan transparan oleh para peserta. Proses rekrutmen tersebut dilansir dari Detikcom.
Salah satu peserta, Ghyna Islamiati Ramly (18), mengaku sempat kewalahan menghadapi ujian akademik dan bahasa Inggris. Meski begitu, alumnus SMA Al-Azhar Mandiri Palu tersebut merasa lega karena seluruh penilaian hasil tes dapat langsung diketahui oleh peserta.
"Menurut saya rekrutmen ini adil karena nilai langsung ditampilkan di komputer masing-masing, jadi kami bisa langsung melihat hasil sendiri," kata Ghyna di Kompleks Akpol, Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (26/7/2026).
Setelah ujian selesai, panitia langsung mencetak seluruh nilai peserta ke dalam satu lembar dokumen untuk ditandatangani bersama. Skema transparansi ini memungkinkan setiap calon taruna melihat pencapaian nilai satu sama lain secara terbuka.
"Semua nilai peserta di-print dalam satu kertas untuk ditandatangani bersama-sama. Jadi kami bisa melihat nilai peserta lain juga," ujarnya.
Selain keterbukaan nilai, kesetaraan perlakuan juga diterapkan panitia seleksi kepada seluruh calon taruna tanpa memandang latar belakang. Ketegasan aturan diberlakukan secara merata kepada seluruh kelompok peserta jika terjadi pelanggaran disiplin.
"Saya merasa panitia memperlakukan masing-masing dari kami secara adil, tidak melihat latar belakang kami apa. Kalau satu salah, semua kena hukuman," ucap Ghyna.
Sistem penilaian objektif juga diterapkan pada tahapan tes kesamaptaan jasmani. Panitia mengintegrasikan perangkat digital untuk menghitung seluruh gerakan peserta guna meminimalisasi potensi kesalahan penilaian manual.
"Tes jasmani juga semua gerakannya dihitung alat digital, bukan orang yang menghitung. Jadi objektif," sebut perempuan berusia 18 tahun ini.
Ghyna merupakan mantan anggota Paskibraka Provinsi Sulawesi Tengah 2024 dan pernah menjadi delegasi Indonesia dalam Asian Youth Forum 2025 di Korea Selatan serta Global Youth Forum 2025 di Jepang. Walau berpengalaman di forum internasional, ia mengakui tingginya tingkat kesulitan materi ujian bahasa Inggris tingkat pusat.
"Saya merasa tesnya sangat sulit. Menurut saya setara soal olimpiade. Bahasa Inggris adalah bahasa internasional. Jadi memang harus bisa memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa taruna-taruni Akpol memiliki kualitas yang dibutuhkan negara," ungkap dia.
Dalam ujian seleksi tingkat pusat tersebut, Ghyna mencatatkan nilai Tes Potensi Akademik (TPA) sebesar 74, Tes Bahasa Inggris sebesar 56, serta nilai kesamaptaan jasmani sebesar 72.