Pesanan Pizza Terlambat 2 Jam Bikin Pelanggan Singapura Kecewa
Layanan pengiriman makanan online yang seharusnya praktis justru berujung kekecewaan bagi seorang pelanggan di Singapura. Dikutip dari Detik Food, pesanan makanan dari gerai Pizza Hut GreenView Tampines mengalami keterlambatan hingga dua jam dari jadwal yang disepakati.
Pelanggan bernama Sahid memesan dua pizza berukuran besar melalui aplikasi pada 9 Agustus pukul 16.47. Ia memilih opsi pengiriman pukul 18.00 dengan total transaksi mencapai 47.30 SGD atau sekitar Rp 660.678.
Makanan tersebut rencananya disajikan untuk makan malam bersama kedua anaknya yang masih berusia lima tahun dan tiga setengah tahun. Namun, pesanan tidak kunjung tiba hingga pukul 18.20 tanpa ada kabar dari pihak restoran maupun kurir.
Fungsi pelacak di aplikasi tidak berjalan dan situs web hanya menampilkan status bahwa dapur telah menerima pesanan. Situasi tanpa kepastian ini membuat Sahid mencoba menghubungi layanan pelanggan Pizza Hut sebanyak tujuh kali.
Sahid hanya berhasil terhubung satu kali dan mendapat informasi bahwa petugas sedang sibuk. Pihak layanan pelanggan berjanji meminta cabang GreenView Tampines menghubungi balik, tetapi panggilan tersebut tidak pernah diterima Sahid.
Keterlambatan dan buruknya komunikasi membuat Sahid terpaksa membelikan makanan cepat saji lain karena anak-anaknya sudah sangat kelaparan. Pesanan pizza tersebut akhirnya baru tiba pada pukul 20.10 malam.
"Keterlambatan bisa terjadi, terutama selama periode sibuk, tetapi kurangnya komunikasi sama sekali tidak dapat diterima," ujar Sahid.
"Jika gerai tersebut sudah tahu bahwa mereka tidak dapat mengirimkan pesanan saya sebelum pukul 6 sore, mengapa tidak ada yang menelepon untuk memberi tahu saya dan menanyakan apakah saya masih ingin melanjutkan?" kata dia.
Pihak gerai sempat menawarkan pengiriman ulang pesanan beserta menu tambahan pada 11 Agustus. Namun, Sahid menolak tawaran tersebut dan memilih mengajukan pengembalian dana penuh.
Menanggapi kejadian ini, perwakilan Pizza Hut menjelaskan bahwa insiden dipicu oleh lonjakan volume penjualan selama lonjakan periode Hari Nasional. Pihaknya juga telah memberikan pengembalian dana penuh kepada Sahid per 15 Agustus.