Pertamina Dorong Penurunan Harga BBM Nonsubsidi Mulai Juli 2026

Share

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan mendorong jajaran direksi perusahaan untuk segera menyiapkan langkah penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi secara bertahap mulai awal Juli 2026, menyusul tren penurunan harga minyak mentah dunia.

Langkah penyesuaian ini didasarkan pada merosotnya harga minyak mentah dunia, di mana varian West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$ 71,53 per barel dan minyak mentah Brent pada level US$ 74,83 per barel pada perdagangan Jumat (26/6/2026), seperti dilansir dari Detik Finance melalui laporan Antara.

"Kami dari jajaran dewan komisaris mendorong direksi, manajemen (Pertamina) untuk segera menyesuaikan dengan harga minyak (mentah) dunia yang sudah mulai turun," kata Iriawan.

Dewan komisaris mengagendakan pembahasan lebih lanjut mengenai regulasi penyesuaian ini bersama jajaran direksi Pertamina serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Jadi kira-kira kami akan mendorong jajaran direksi untuk melakukan itu (penyesuaian harga BBM nonsubsidi). Yang pastinya nanti akan berkomunikasi dengan kemudian ESDM untuk bisa menurunkan harga minyak nanti," ujar Iriawan.

Prosedur evaluasi berkala tetap diterapkan oleh perseroan sebagai instrumen pelindung konsumen agar tidak terdampak volatilitas harian yang ekstrem, sehingga penyesuaian tidak dapat dilakukan seketika.

"Ada prosedurnya ya, karena minyak yang sekarang ini proses (dari) bulan yang lalu, dengan harga yang lalu. Nah tentunya kalau turunnya kemarin, berapa hari yang lalu, kita akan menyesuaikan nanti," kata Iriawan.

Manajemen Pertamina saat ini mencatat harga Pertamax (RON 92) berada pada angka Rp 16.250 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) bernilai Rp 17.000 per liter, sementara Pertamax Turbo (RON 98) tetap Rp 20.750 per liter, Dexlite (CN 51) Rp 23.000 per liter, serta Pertamina Dex (CN 53) Rp 24.800 per liter.

"Turunnya berapa (rupiah), nanti kita lihat ke depan. Tapi insya Allah, doakan, mudah-mudahan bisa turun sesuai dengan harapan masyarakat," ujar Iriawan menambahkan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author