Pertamina Angkat Robert Leonard Marbun Jadi Komisaris Baru dalam RUPS

Share

PT Pertamina (Persero) baru saja menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) Tahun Buku 2025. Agenda tersebut salah satunya memutuskan pengangkatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan Robert Leonard Marbun sebagai komisaris.

Di sisi lain, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz, Pertamina terpantau tidak melakukan perombakan posisi direksi dan komisaris lainnya.

Kendati begitu, perseroan tercatat mengangkat Laode Sulaeman sebagai komisaris pada 24 April 2026. Laode merupakan Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Diangkat sebagai Komisaris Pertamina berdasarkan keputusan RUPST Tahun Buku 2025 Pertamina yang diselenggarakan pada 23 Juni 2026 dan dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Nomor 17 tanggal 23 Juni 2026," sebagaimana tertulis dalam situs resmi Pertamina.

Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan menyampaikan apresiasi kepada para pemegang saham atas dukungan yang diberikan sepanjang 2025.

Dia juga menyampaikan penghargaan atas dedikasi dan kontribusi jajaran dewan komisaris, dewan direksi, serta seluruh pegawai Pertamina dalam menjaga kinerja perusahaan.

"Keputusan yang telah diambil dalam RUPS ini menjadi langkah penting bagi perjalanan Perseroan ke depan. Semoga hasil keputusan tersebut dapat membawa Pertamina meraih kinerja dan prestasi yang semakin baik di masa mendatang," ujar Iriawan dalam pernyataan perusahaan, Rabu (25/6/2026).

Pertamina mencatatkan laba bersih sepanjang 2025 senilai US$3,35 miliar (setara Rp55,2 triliun) atau naik sekitar 7%, dibandingkan dengan laba bersih tahun buku 2024 sejumlah US$3,13 miliar.

Meskipun begitu, pendapatan perseroan sepanjang tahun lalu turun 5,9% menjadi US$70,89 miliar (setara Rp1.167,9 triliun) dari pendapatan sepanjang 2024 senilai US$75,33 miliar.

Selain itu, laba sebelum beban bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sepanjang tahun lalu tercatat US$11,43 miliar (setara Rp188,33 triliun) atau naik 5,9% dibandingkan dengan 2024 sebesar US$10,79 miliar.

Di sisi lain, perusahaan pelat merah tersebut mencatatkan setoran ke negara melalui pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan dividen sebesar Rp360,76 triliun.

Kemudian, perseroan merealisasikan investasi di dalam negeri sekitar US$5,9 milar atau setara Rp97,20 triliun, serta mencatat penyerapan belanja produk dalam negeri sebesar Rp531,5 triliun.

"Secara keseluruhan, capaian tahun buku 2025 menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong transisi menuju energi yang lebih rendah karbon, meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional, serta menjaga fundamental keuangan yang sehat dan berkelanjutan," kata Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri.

Profil Singkat Robert Leonard Marbun

Sekadar catatan, Robert Leonard Marbun lahir di Medan pada 23 Juni 1970. Dia mendapatkan gelar Sarjana Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran, Bandung.

Kemudian, dia melanjutkan pendidikan Master of Policy Analysis (MPA) di Saitama University, Jepang pada 2000. Terakhir, menyelesaikan Doctor of Philosophy in Economics di Kobe University, Jepang, pada 2004.

Robert pernah menjabat sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum Kepabeanan dan Cukai Kementerian Keuangan pada Juni 2011.

Kemudian, pada Oktober 2012, menjadi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi.

Selanjutnya, sejak April 2015 menjabat sebagai Direktur Kepabeanan Internasional hingga pada April 2016 diangkat menjadi Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga.

Pada 17 Juli 2018, Robert dipercaya sebagai Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Kementerian Keuangan. Tak hanya itu, Robert juga sempat menjadi Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author