Pertahanan Udara Rusia Tembak Jatuh Ratusan Drone Ukraina
Sistem pertahanan udara Rusia dilaporkan berhasil menghancurkan ratusan drone kiriman militer Ukraina yang menyasar berbagai wilayah negara tersebut pada Sabtu (6/6/2026). Serangan udara masif ini terjadi di tengah mandeknya upaya diplomatik perdamaian dan bertepatan dengan penutupan forum ekonomi besar di Saint Petersburg.
Intensitas serangan pesawat tanpa awak antara kedua negara terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir, dilansir dari Detikcom. Eskalasi ini menajam ketika perhatian diplomatik global yang dimediasi Amerika Serikat terpecah oleh konflik lain di Timur Tengah setelah perang di Rusia telah berkecamuk hampir lima tahun.
Gelombang serangan udara ini juga membayangi Forum Ekonomi Internasional Saint Petersburg (SPIEF) yang baru saja selesai diselenggarakan. Kawasan Leningrad, tempat kota Saint Petersburg berada, ikut menjadi target utama pengiriman puluhan pesawat tanpa awak tersebut.
Gubernur Leningrad, Aleksandr Drozdenko, mengonfirmasi terjadinya rentetan serangan udara yang menyasar wilayah yurisdiksinya tersebut. Menurut otoritas setempat, wilayah ini memiliki peran strategis karena menjadi lokasi bagi pelabuhan-pelabuhan utama di jalur Baltik.
"Sebanyak 86 UAV (kendaraan udara tanpa awak atau drone) telah ditembak jatuh di wilayah Leningrad. Operasi tempur terus berlanjut," kata Drozdenko dalam pernyataannya.
Sebelum gelombang serangan pada hari Sabtu tersebut, infrastruktur vital di kota kelahiran Presiden Vladimir Putin itu juga telah diincar. Drone Ukraina dilaporkan sempat menghantam kompleks minyak dan pangkalan militer setempat pada hari pertama forum ekonomi dimulai.
Pihak militer Moskow mengklaim bahwa sistem persenjataan mereka bekerja efektif di belasan titik wilayah operasi. Kementerian Pertahanan Rusia merinci bahwa total ada 376 drone milik Ukraina yang berhasil dilumpuhkan dalam semalam.
"Di atas wilayah Belgorod, Bryansk, Kaluga, Kursk, Leningrad, Novgorod, Oryol, Pskov, Rostov, Ryazan, Smolensk, Tver, dan Tula, wilayah Moskow, Republik Crimea, Republik Abhkhazia, dan di atas perairan Laut Azov dan Laut Hitam," sebut Kementerian Pertahanan Rusia menyebut lokasi-lokasi ditembak jatuhnya drone Ukraina.
Pergerakan senjata udara Kyiv juga terdeteksi mendekati pusat pemerintahan Rusia. Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, menyatakan bahwa pasukan pertahanan udara telah mengantisipasi pergerakan drone yang mengarah ke ibu kota.
Sebanyak sembilan unit pesawat tanpa awak berhasil ditembak jatuh sebelum sempat memasuki wilayah udara Moskow. Sementara itu, dampak serangan di wilayah Rusia bagian selatan memicu insiden kebakaran di sebuah depot minyak di kota Ust-Labinsk, meski otoritas setempat memastikan tidak ada korban luka.