Persib Bandung Incar Kemenangan Kontra Persijap Guna Segel Gelar Juara
Persib Bandung membidik kemenangan penuh saat menjamu Persijap Jepara pada pertandingan pamungkas kompetisi BRI Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu, 23 Mei 2026. Laga penentu ini berpeluang membawa Maung Bandung mencetak sejarah baru di sepak bola Indonesia.
Saat ini Persib memuncaki klasemen sementara dengan koleksi 78 poin dari 33 laga, unggul dua angka dari Borneo FC di peringkat kedua. Skuad asuhan Bojan Hodak hanya memerlukan satu poin ekstra untuk mengunci trofi juara berkat keunggulan head-to-head atas sang pesaing terdekat.
Jika berhasil meraih trofi musim ini, Persib akan mencatatkan hattrick juara beruntun setelah memenangi musim 2023-2024 dan 2024-2025. Catatan cnnindonesia.com menyebutkan kesuksesan ini akan menyamai rekor berusia 55 tahun milik PSMS Medan yang diraih pada era sebelum sepak bola modern.
Motivasi tinggi diusung oleh lini tengah Pangeran Biru yang baru saja memetik poin penuh dari markas PSM Makassar di Parepare pada Minggu, 17 Mei 2026. Gol penentu kemenangan dari Julio Cesar pada menit ke-90+7 membuat Persib datang ke laga final dengan kepercayaan diri penuh.
Gelandang Persib Adam Alis mengaku bangga atas hasil di markas PSM yang dikenal sebagai tempat yang sulit ditaklukkan oleh timnya.
"Rasanya bangga dan enggak percaya kami bisa meraih hasil maksimal di kandang PSM. Karena ini bukan pertandingan yang mudah buat Persib. Tapi kami bisa melalui itu dengan baik karena kerja keras semua," kata Adam Alis kepada laman resmi Persib.
Pemain bernomor punggung 18 tersebut menegaskan bahwa timnya enggan sekadar mengincar hasil imbang demi mengukir sejarah manis di hadapan publik sendiri.
"Yang pasti kami tetap rendah hati karena semua belum selesai. Kami fokus. Walaupun memang butuh hasil seri, tapi kami maksimal incar kemenangan dan kami ingin bikin sejarah di kota sendiri," tegas Adam Alis.
Tensi tinggi pertandingan penentu ini juga mendapat perhatian khusus dari pilar lini tengah lainnya, Beckham Putra. Pemain berusia 24 tahun itu meminta para pendukung Persib atau Bobotoh untuk tetap tertib selama jalannya rangkaian pertandingan dan perayaan.
"Ya tentunya tetap kondusif karena kita masih ada satu pertandingan lagi," ujar Beckham Putra dilansir dari bola.kompas.com.
Beckham juga mengingatkan para suporter untuk menjaga ketertiban umum di jalanan kota karena ada kepentingan warga lain yang tetap beraktivitas.
"Tetap dengan jangan terlalu arogan juga karena hargai juga pengendara yang lain karena di Bandung juga bukan hanya Bobotoh yang merayakan tapi ada pekerja lain juga untuk kesibukan bekerja," kata Beckham Putra.
Ia memandang persaingan musim ini menjadi momen paling berat sepanjang kariernya karena penentuan juara harus bergulir hingga pekan ke-34.
"Jadi pesan saya hanya semoga tetap kondusif, tertib, dan jaga, karena ada keluarga yang tetap menunggu di rumah," jelas Beckham Putra.
Gelandang Timnas Indonesia itu berharap fokus penuh seluruh elemen tim bisa mengantarkan Persib keluar sebagai juara di akhir kompetisi.
"Ya menurut saya ini adalah salah satu yang paling sulit dan tentunya ini sangat seru di liga ini," ungkap Beckham Putra.
Persaingan ketat di pekan terakhir membuat kesiapan mental pemain menjadi kunci utama dalam merengkuh trofi musim ini.
"Karena sampai akhir penentuan juara dan yang terpenting kita bisa fokus di pertandingan akhir untuk bisa jadi juara," tutur Beckham Putra.
Dari sisi keamanan, Kepolisian Daerah Jawa Barat mengonfirmasi kesiapan pengamanan ketat untuk mengawal laga yang dijadwalkan berlangsung pukul 16.00 WIB tersebut. Pola pengamanan di area stadion akan dibagi menjadi empat ring yang meliputi pembersihan barang bawaan suporter.
Karo Ops Polda Jabar Kombes Pol. Laode Aries menjelaskan bahwa aparat akan menyisir ketat benda-benda terlarang di pintu masuk tribun.
“Dalam rapat tersebut, kami menyiapkan skema pengamanan yakni pada jalannya pertandingan yang akan dilaksanakan pada 23 Mei 2026 pada pukul 16.00 WIB,” ujar Kombes Pol. Laode Aries di Bandung yang dilansir dari kalbar.antaranews.com.
Pihak kepolisian juga melarang penonton membawa flare, kembang api, botol plastik, maupun kaleng ke dalam area stadion.
“Penonton dilarang membawa barang berbahaya seperti flare, kembang api, maupun benda yang dapat dilempar ke dalam stadion. Selain itu, minuman dalam kemasan botol plastik dan kaleng juga tidak diperbolehkan masuk ke tribun,” kata Kombes Pol. Laode Aries.
Sanksi pencabutan hak menonton dipastikan berlaku bagi penonton yang terbukti melanggar aturan keselamatan bersama di GBLA.
“Kami sudah bersepakat dengan panitia pelaksana dan pihak Bobotoh bahwa apabila ditemukan membawa barang berbahaya seperti flare dan benda-benda yang bisa dilempar, maka akan dilakukan tindakan tegas berupa pencabutan hak menonton,” katanya.
Kapasitas stadion untuk laga pamungkas ini dibatasi maksimal 75 persen atau sekitar 32.000 penonton dari kapasitas total.
“Sebagai solusinya, pemerintah daerah bersama aparat kewilayahan setempat telah memfasilitasi titik-titik kegiatan nonton bareng (nobar) yang tersebar di sejumlah kantor kelurahan dan kantor kepolisian terdekat,” katanya.