Perompak Somalia Penyandera Kapten MT Honour 25 Putus Komunikasi
Kapten kapal MT Honour 25 asal Sulawesi Selatan, Ashari Samadikun, bersama awak kapal lainnya masih disandera oleh perompak Somalia sejak tiga bulan lalu. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detikcom pada Selasa (28/7/2026), pihak keluarga menyatakan telah kehilangan kontak dengan korban selama sebulan terakhir.
Orang tua korban, Syamsuddin Dg Ngawing, membeberkan bahwa dirinya tidak lagi mendapatkan pembaruan kondisi sang anak maupun proses penanganan kasus penyanderaan tersebut. Selain itu, Syamsuddin memperoleh kabar bahwa para sandera sudah dipindahkan dari atas kapal.
"Belakangan ini sudah hampir satu bulan kami benar-benar tidak menerima kabar apa pun, sehingga kami tidak mengetahui bagaimana kondisi mereka maupun sejauh mana perkembangan penanganan kasus ini," ujar Syamsuddin, ayah korban penyanderaan.
Rasa cemas yang mendalam membuat pihak keluarga berharap pemerintah segera memberikan kepastian terkait keberadaan para awak kapal.
"Sebagai orang tua, tentu saya sangat khawatir dan gelisah dengan keadaan ini. Karena itu, saya memohon bantuan Bapak agar kiranya dapat membantu memantau dan memberikan informasi yang pasti mengenai keberadaan serta kondisi anak saya dan seluruh awak kapal," ujar Syamsuddin.
Ketidakpastian kondisi kapal dan awaknya menjadi beban berat bagi keluarga yang ditinggalkan di Sulawesi Selatan.
"Kami hanya berharap ada kepastian agar keluarga tidak terus menerus hidup dalam kecemasan," sambung Syamsuddin.
Di sisi lain, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah menegaskan komitmennya untuk membebaskan seluruh WNI yang disandera. Langkah penanganan telah diluncurkan termasuk dengan berinteraksi langsung kepada pihak pembajak.
"Jadi kita juga sudah melakukan komunikasi, termasuk dengan pembajak itu sendiri," kata Sugiono, Menteri Luar Negeri.
Guna memastikan keselamatan seluruh WNI, Kemlu terus melakukan koordinasi diplomatik intensif dengan perwakilan Indonesia di sekitar wilayah Somalia.
"Ini proses-proses penyelamatannya itu dilakukan, kita berkoordinasi juga dengan kedutaan. Jadi ada beberapa kedutaan kita yang terlibat, kedutaan kita di Nairobi (ibu kota Kenya)," ucap Sugiono.