Perjuangan Lansia Penyintas Stroke Menjual Balon Demi Keluarga

Share

Awan, seorang pria berusia 64 tahun, harus menghadapi ujian hidup yang sangat berat di masa senjanya. Serangan penyakit stroke membuat kedua tangannya terus bergetar sepanjang hari, sementara caranya berbicara kini menjadi begitu perlahan. Kondisi fisik tersebut menyebabkannya tidak lagi mampu mencari nafkah sebagai kuli bangunan seperti dahulu.

Di tengah keterbatasan fisik yang kian membatasi ruang geraknya, Awan tetap memikul tanggung jawab besar. Ia harus memenuhi kebutuhan hidup sang adik yang merupakan seorang penyandang gangguan jiwa. Tidak hanya itu, istri Awan juga mengidap penyakit gangguan lambung yang sering kali kambuh hingga membuatnya hanya bisa terbaring. Meski demikian, Awan pantang menyerah dan terus berusaha memenuhi kewajibannya sebagai kepala keluarga.

Demi mengais rezeki, Awan berjualan balon di depan sekolah-sekolah di sekitar kampungnya dengan penghasilan maksimal Rp30 ribu per hari. Dagangannya kerap tidak laku, sehingga ia terpaksa berjalan kaki hingga beberapa kilometer. Tubuh rentanya terus menyusuri jalanan sembari membawa barang dagangan yang dibeli dengan modal total Rp50 ribu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author